Berita Pilihan

Polymarket Diserang Hacker, Dana Rp 9 Miliar Terkuras, dan Diblokir Pemerintah Indonesia

admin ·
Polymarket Diserang Hacker, Dana Rp 9 Miliar Terkuras, dan Diblokir Pemerintah Indonesia

Berita Pilihan 23 Mei 2026 – Platform prediksi berbasis blockchain Polymarket menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir setelah serangkaian peristiwa yang menggabungkan isu keamanan siber, regulasi perjudian daring, dan promosi komersial. Pada 22 Mei 2026, sebuah serangan siber berhasil menembus kontrak UMA CTF Adapter milik Polymarket yang beroperasi di jaringan Polygon. Menurut data yang dipublikasikan oleh CoinMarketCap dan analis blockchain ZachXBT, lebih dari USD 520.000 (setara sekitar Rp 9,2 miliar) berhasil dikuras dalam waktu singkat pada pukul 09.00 UTC.

Investigasi awal mengindikasikan bahwa peretasan tidak disebabkan oleh celah pada smart contract, melainkan kebocoran akses admin yang memungkinkan penyerang mengendalikan alamat deployer. Proses pengurasan dana tercatat dalam rantai blok, menunjukkan alur transfer yang terstruktur namun sangat cepat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna kripto Indonesia.

Baca juga:

Sementara itu, pada hari yang sama, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkominfo) mengumumkan pemblokiran total akses ke situs www.polymarket.com. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menegaskan bahwa Polymarket termasuk dalam kategori judi online (judol) karena memfasilitasi taruhan uang atas hasil peristiwa yang belum pasti. Menurutnya, meskipun platform mengklaim beroperasi sebagai pasar prediksi dengan teknologi blockchain, praktiknya tetap mengandung unsur spekulasi finansial yang melanggar hukum Indonesia.

Langkah pemblokiran tidak hanya mencakup situs utama, tetapi juga menelusuri semua akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket. Upaya ini bertujuan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari potensi kerugian finansial dan pelanggaran regulasi. Kebijakan serupa telah diadopsi oleh beberapa negara lain, termasuk Singapura, Brasil, dan India yang secara resmi memblokir Polymarket, sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang memberlakukan pembatasan sesuai regulasi masing-masing.

Di tengah krisis keamanan dan regulasi, Polymarket tetap meluncurkan kampanye promosi untuk menarik pengguna baru di pasar Amerika Serikat. Melalui kode promo “FOX”, platform menawarkan bonus trading sebesar $50 bagi pengguna yang melakukan deposit pertama sebesar $20. Penawaran ini disampaikan dalam materi pemasaran yang menekankan bahwa Polymarket adalah pasar prediksi terbesar di dunia, dengan volume perdagangan lebih dari $10 miliar dan telah resmi diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) di 49 negara bagian AS serta Washington, D.C.

Baca juga:
  • Bonus: $50 untuk deposit $20
  • Persyaratan: kode harus dimasukkan saat registrasi, tidak dapat dipakai pada akun yang sudah ada
  • Metode deposit: kartu kredit, debit, atau transfer bank; dana disimpan dalam stablecoin USDC

Model bisnis Polymarket berbeda dengan sportsbook tradisional karena tidak ada “house” yang mengambil margin. Setiap perdagangan bersifat peer‑to‑peer, dengan harga saham prediksi mencerminkan probabilitas pasar. Meskipun demikian, otoritas Indonesia menilai bahwa mekanisme ini tetap merupakan bentuk perjudian uang, sehingga tindakan pemblokiran dianggap sah.

Reaksi pasar kripto domestik pun beragam. Sebagian investor mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu keras, sementara yang lain menyambut langkah tersebut sebagai upaya melindungi konsumen dari risiko spekulasi berlebihan. Di sisi lain, komunitas pengembang blockchain menyoroti pentingnya meningkatkan standar keamanan, terutama pada akses admin dan manajemen kunci pribadi, untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Secara keseluruhan, peristiwa ini menyoroti tiga tantangan utama yang dihadapi platform prediksi berbasis blockchain: keamanan siber, kepatuhan regulasi, dan strategi pemasaran yang menyeimbangkan antara pertumbuhan pengguna dan kepatuhan hukum. Dengan dana yang telah terkuras dan akses yang diblokir, masa depan Polymarket di Indonesia menjadi tidak pasti, sementara pemerintah bertekad untuk memperkuat pengawasan terhadap layanan digital yang berpotensi melanggar hukum perjudian.

Baca juga:

Ke depan, otoritas diharapkan akan terus memantau aktivitas platform serupa, mengedukasi publik tentang risiko perjudian daring, dan menegakkan regulasi yang jelas bagi ekosistem kripto. Bagi pengguna, kewaspadaan terhadap promosi yang menjanjikan keuntungan cepat serta pemahaman terhadap legalitas layanan menjadi kunci utama dalam menghindari kerugian.