Palermo Menjadi Pusat Perhatian: Dari Surga Kuliner hingga Lintasan Race Across the World
Berita Pilihan 23 Mei 2026 – Palermo, ibu kota pulau Sisilia, kembali menjadi sorotan utama setelah menjadi titik awal kompetisi petualangan internasional “Race Across the World” yang disiarkan oleh BBC One. Keberhasilan acara tersebut menambah nilai tarik wisata kota ini, yang sekaligus dikenal dengan warisan sejarah, arsitektur barok, serta ragam kuliner yang menawan.
Dalam episode terbaru, delapan tim peserta harus menempuh lebih dari 7.400 mil dari Palermo hingga Hatgal, Mongolia, tanpa bantuan smartphone atau kartu bank. Mereka hanya mengandalkan uang tunai yang setara dengan biaya penerbangan, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan transportasi lokal. Tim pemenang, Jo dan Kush dari Liverpool, menandai sejarah dengan menjadi duo termuda yang berhasil menembus garis akhir di Hatgal. Keberangkatan mereka dari Palermo menegaskan peran strategis kota tersebut sebagai gerbang menuju rute lintas benua yang menantang.
Selain menjadi panggung perlombaan, Palermo menawarkan pengalaman wisata yang tak kalah menarik. Kota ini menyuguhkan kombinasi unik antara warisan Arab, Norman, dan Spanyol, terlihat jelas pada landmark seperti Katedral Palermo, Istana Normandia, dan Pasar Ballarò yang ramai. Bagi pecinta kuliner, Palermo menjadi surga dengan hidangan khas seperti “arancine” (bola nasi goreng berisi ragù), “panelle” (gorengan kacang chickpea), serta “cannoli” yang terkenal secara internasional.
Para wisatawan yang menginginkan pengalaman otentik dapat menjelajahi distrik Kalsa dan La Vucciria, di mana lorong-lorong sempit dipenuhi toko kerajinan tangan, kafe tradisional, dan mural seni jalanan. Seperti yang diungkapkan seorang pelancong dalam laporan perjalanan, mengunjungi pasar tradisional pada pagi hari memberikan kesempatan untuk mencicipi buah-buahan segar, keju lokal, serta mencicipi kopi Arabika yang dipanggang secara tradisional.
Bandingkan dengan rekomendasi kota lain di Italia, seperti Roma yang selalu menjadi magnet wisatawan, atau Perugia di wilayah Umbria yang terkenal dengan festival cokelat EuroChocolate. Meskipun Roma menawarkan keabadian sejarah klasik, Palermo menonjol dengan keanekaragaman budaya yang lebih terasa di setiap sudut jalan. Sementara Perugia menawarkan pemandangan kota medieval di atas bukit, Palermo memberikan panorama laut Mediterania yang memukau serta akses mudah ke pantai-pantai seperti Mondello.
Para pakar pariwisata menilai bahwa popularitas Palermo dalam acara televisi internasional dapat meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan. Data awal menunjukkan lonjakan reservasi hotel dan peningkatan pemesanan tur kuliner dalam dua minggu setelah episode penutup ditayangkan. Hal ini sejalan dengan tren global di mana lokasi yang tampil dalam program realitas atau kompetisi petualangan menjadi destinasi “must‑visit”.
Namun, pertumbuhan wisatawan juga menuntut pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur transportasi dan melestarikan situs bersejarah. Pemerintah kota Palermo telah mengumumkan rencana peningkatan jaringan bus listrik serta renovasi area bersejarah untuk mengurangi kerusakan akibat kepadatan pengunjung. Upaya ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi pariwisata dan pelestarian warisan budaya.
Di sisi lain, kompetisi “Race Across the World” menyoroti tantangan logistik yang dihadapi peserta, seperti keterbatasan dana, bahasa, serta kondisi cuaca ekstrem. Pengalaman tim Jo dan Kush menunjukkan pentingnya persiapan mental serta kemampuan beradaptasi cepat. Mereka mengakui bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari dukungan komunitas lokal di setiap negara yang mereka lewati, termasuk keramahan penduduk Palermo yang menyambut mereka dengan makanan tradisional dan pemanduan singkat ke pelabuhan.
Kesimpulannya, Palermo tidak hanya menjadi titik awal perlombaan petualangan internasional, melainkan juga menawarkan kombinasi unik antara sejarah, budaya, dan kuliner yang menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan modern. Dengan dukungan promosi media dan kebijakan lokal yang pro‑pariwisata, kota ini berpotensi meningkatkan kontribusi ekonomi regional sekaligus melestarikan identitasnya yang kaya.