Persija vs Persik: Kemenangan 3-1 Persija Jakarta Pecahkan Rekor Poin dan Tunjukkan Kedalaman Skuad
Berita Pilihan 19 Mei 2026 – Pada Jumat, 16 Mei 2026, Stadion Brawijaya menjadi saksi dramatisnya laga Persija vs Persik yang berakhir dengan kemenangan 3-1 bagi tuan rumah Macan Kemayoran. Pertandingan ini tidak hanya menambah tiga angka pada papan skor, tetapi juga menandai tercapainya rekor poin tertinggi dalam sejarah Persija Jakarta pada era Super League 2025/2026.
Awal pertandingan didominasi Persik Kediri yang menekan lini pertahanan Persija sejak menit pertama. Tekanan tersebut berbuah pada menit ke-24 ketika Jose Enrique Rodriguez menyundul bola meleset dari penjaga gawang Persija, memberikan keunggulan 1-0 bagi tuan rumah. Namun, respons cepat Persija tak terelakkan. Dua menit kemudian, Jordi Amat mengirimkan umpan lambung yang berhasil diselesaikan Rayhan Hannan lewat sundulan tajam, menyamakan kedudukan 1-1.
Masuk babak kedua, pelatih Mauricio Souza melakukan pergantian strategis dengan menurunkan tiga pemain pengganti pada pertengahan babak. Langkah itu terbukti menjadi titik balik utama. Pada menit ke-64, Van Basty Sousa mengirimkan umpan lambung yang diterima Gustavo Almeida, yang kemudian menyundul bola ke gawang Persik, mengembalikan keunggulan Persija menjadi 2-1. Tak lama setelahnya, pada menit ke-66, Gustavo kembali mencetak gol kedua setelah menerima umpan datar dari Witan Sulaeman, menegaskan selisih 3-1 yang tak tergoyahkan.
Setelah peluit akhir, Mauricio Souza memuji kualitas pemain pengganti yang tampil di lapangan. “Ketajaman Gustavo Almeida, visi bermain Witan Sulaeman, dan keberanian Van Basty Sousa menunjukkan kedalaman skuad kami. Kami memiliki sumber daya yang siap mengubah arah pertandingan kapan saja,” ujar Souza dalam konferensi pers pasca laga. Ia juga mengapresiasi usaha Persik Kediri yang bermain dengan ide jelas, meski pada akhirnya Persija lebih mengendalikan tempo permainan.
Selain tiga gol yang diraih, kemenangan ini membawa Persija mencatatkan 68 poin, memecahkan rekor poin klub tertinggi sejak era Liga 1. Pada musim sebelumnya, klub mencatat 66 poin di bawah asuhan Thomas Doll, sementara catatan tertinggi sebelum itu adalah 62 poin pada era Stefano Cugurra 2018. Dengan 68 poin dari 33 pertandingan, Persija kini berada di posisi ketiga klasemen sementara, selisih tipis dari dua tim terdepan.
Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:
| Tim | Gol | Pencetak Gol | Pengganti Berpengaruh |
|---|---|---|---|
| Persija Jakarta | 3 | Rayhan Hannan (1), Gustavo Almeida (2) | Gustavo Almeida, Witan Sulaeman, Van Basty Sousa |
| Persik Kediri | 1 | Jose Enrique Rodriguez | – |
Keberhasilan ini memberikan sinyal kuat bagi Persija menjelang pekan akhir musim. Klub masih memiliki satu laga lagi, melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium pada 23 Mei 2026. Jika berhasil mempertahankan performa, Persija berpeluang menutup musim dengan poin maksimal dan berjuang merebut gelar juara.
Dari sisi taktik, perubahan formasi setelah pergantian pemain menambah kreativitas di lini serang. Witan Sulaeman berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan depan, sementara Van Basty Sousa memberikan variasi serangan sayap. Kedalaman skuad ini menjadi aset penting bagi Mauricio Souza, terutama mengingat jadwal padat dan potensi cedera di sisa kompetisi.
Secara keseluruhan, Persija vs Persik bukan sekadar pertandingan rutin, melainkan demonstrasi kemampuan adaptasi pelatih, kualitas pemain pengganti, dan ambisi klub untuk menulis sejarah baru. Dengan rekor poin baru dan performa impresif, Persija Jakarta menegaskan dirinya sebagai salah satu kontestan paling kuat di Super League 2025/2026.