Berita Pilihan

Rodtang Takeru: Drama Cedera, KO, dan Harapan Kebangkitan di ONE Championship

admin ·
Rodtang Takeru: Drama Cedera, KO, dan Harapan Kebangkitan di ONE Championship

Berita Pilihan 02 Mei 2026 – ONE Championship kembali menjadi sorotan utama setelah peristiwa tak terduga melibatkan dua legenda Muay Thai, Rodtang Jitmuangnon dan Takeru Segawa. Pada 28 Januari lalu, laga utama ONE 165 semula dijadwalkan menampilkan pertarungan antara Rodtang dan Takeru, namun cedera mendadak menimpa sang “Iron Man” memaksa promotor mengganti lawannya dengan Superlek Kiatmoo9. Pergantian tersebut menambah bumbu dramatis, mengingat Superlek sebelumnya pernah mengalahkan Rodtang dalam duel besar pada September tahun lalu.

Ketegangan memuncak ketika pada ONE Fight Night 18, Superlek seharusnya mempertahankan sabuknya melawan Elias Mahmoudi. Cedera tulang rusuk pada Mahmoudi membuat pertarungan dibatalkan, sehingga Superlek dapat memusatkan persiapan melawan Takeru. Sementara itu, Rodtang yang sempat mengumumkan kehadiran pada ONE 165 harus mundur karena cedera yang belum diungkapkan secara rinci. Keputusan ini menuai reaksi beragam di kalangan penggemar, sebagian mengkritik kurangnya persiapan, sementara yang lain menaruh harapan pada penampilan Superlek yang diprediksi lebih eksplosif.

Baca juga:

Dalam laga yang akhirnya berlangsung, Takeru Segawa berhasil memberikan pukulan telak pada Rodtang di ronde kelima, menandai pertama kalinya dalam 13 tahun karier sang Muay Thai mengalami KO. Momen itu menjadi sorotan utama, tidak hanya karena hasilnya, tetapi juga karena komentar tajam yang disampaikan oleh CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong. Dalam wawancara pasca pertarungan, Sityodtong menilai bahwa Rodtang telah terlalu lama beristirahat di zona nyaman, mengabaikan pentingnya tim pelatih yang solid dan disiplin latihan. Ia menambahkan, “Jika Rodtang kembali berkomitmen pada proses belajar dan kerja keras, ia masih berpotensi kembali ke puncak dunia.”

Komentar tersebut menyingkap sisi lain dari dinamika karier Rodtang. Selama lebih dari satu dekade, ia dikenal sebagai “The Iron Man” yang jarang tersentak, namun laporan terbaru menunjukkan adanya pelanggaran kontrak dan perselisihan hukum antara Rodtang dan promotor. Dua minggu sebelum pertarungan, mantan bintang ONE, Reinier de Ridder, mengungkapkan bahwa ONE sedang menyiapkan tindakan hukum terhadap Rodtang karena dugaan pelanggaran kontrak berulang. Meski demikian, pertarungan melawan Takeru tetap dilanjutkan, menandai satu babak penting dalam perjalanan keduanya.

Baca juga:

Di balik sorotan media, para atlet dan pelatih memberikan pandangan yang lebih mendalam. Superlek Kiatmoo9, yang kini mengisi posisi kosong, menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi Takeru, menekankan bahwa ia telah mempelajari gaya bertarung lawan dengan cermat. Sementara itu, Takeru, yang sebelumnya mengalahkan Rodtang dalam 80 detik pada pertemuan pertama mereka, kini menambah koleksi kemenangan dengan KO, menegaskan dominasinya di kelas terbang kickboxing ONE. Kedua atlet ini kini menjadi bahan perbincangan di antara analis olahraga, terutama mengenai potensi rematch di masa depan.

Secara keseluruhan, saga Rodtang Takeru menyoroti betapa dinamisnya dunia pertarungan profesional. Dari cedera mendadak, pergantian mendadak, hingga komentar kritis dari pimpinan promotor, semua elemen ini menciptakan narasi yang menarik bagi penggemar. Ke depan, banyak yang menantikan apakah Rodtang akan merespon tantangan CEO dengan perubahan nyata dalam pola latihannya, atau apakah Superlek akan melanjutkan momentum dan merebut gelar juara melawan Takeru. Satu hal yang pasti, pertarungan ini telah menambah lembaran berharga dalam sejarah ONE Championship dan memperkaya warisan Muay Thai modern.

Baca juga: