Harga Pangan Melonjak: Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Harga Bahan Pokok
Berita Pilihan 13 Mei 2026 – Harga pangan di Indonesia mengalami kenaikan signifikan akhir-akhir ini. Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, harga beberapa bahan pangan seperti cabai, beras, dan bawang telah melonjak.
Kenaikan harga pangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan iklim yang mempengaruhi produksi pangan. Perubahan iklim dapat menyebabkan gagal panen, penurunan kualitas pangan, dan peningkatan biaya produksi, yang pada akhirnya mempengaruhi harga pangan.
Selain itu, kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng dan gula juga mempengaruhi harga pangan. Harga minyak goreng dan gula yang meningkat dapat mempengaruhi biaya produksi pangan, sehingga harga pangan juga meningkat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbanyak penggunaan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu menstabilkan harga telur di tingkat peternak.
Bank Indonesia (BI) juga telah meluncurkan program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GPIPS) untuk mengendalikan inflasi pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, meningkatkan efisiensi distribusi pangan, dan mengendalikan harga pangan.
Dalam menghadapi kenaikan harga pangan, masyarakat perlu waspada dan bijak dalam mengelola keuangan dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Pemerintah dan stakeholders lainnya juga perlu bekerja sama untuk mengendalikan inflasi pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.