Berita Pilihan

Trump Kritik Paus Leo, Menlu AS Tak Bisa Jamin Berhenti Serang

admin ·
Trump Kritik Paus Leo, Menlu AS Tak Bisa Jamin Berhenti Serang

Berita Pilihan 10 Mei 2026 – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini melontarkan kritik keras kepada Paus Leo XIV karena dianggap membela Iran. Kritik ini juga mendapat respons dari Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. Menlu AS, Marco Rubio, melakukan pertemuan diplomatic dengan Meloni dan Paus Leo untuk memperbaiki hubungan yang memanas.

Rubio mengatakan bahwa Trump kemungkinan tetap akan melontarkan kritik keras terhadap Meloni maupun Paus Leo jika pandangan mereka tidak sejalan dengan kebijakan AS terkait Iran dan isu lainnya. "Presiden akan selalu berbicara secara terbuka tentang pandangannya terhadap Amerika Serikat dan kebijakan AS. Presiden Amerika Serikat akan selalu bertindak berdasarkan kepentingan terbaik bagi Amerika Serikat," kata Rubio.

Baca juga:

Dalam pertemuan di Vatikan, Rubio memberikan hadiah berupa bola sepak kristal berlogo Departemen Luar Negeri AS kepada Paus Leo. Sebagai balasan, Paus memberikan pena yang terbuat dari ranting zaitun dan menyebutnya sebagai tanaman perdamaian.

Hubungan antara AS dan Italia serta Vatikan memanas karena perbedaan pandangan tentang Iran. Trump menyebut Meloni dan Paus Leo sebagai sosok lemah karena mengambil jarak dari perang AS melawan Iran.

Baca juga:

Kritik Trump terhadap Paus Leo dinilai dapat membahayakan umat Katolik. Paus Leo XIV merupakan pemimpin Gereja Katolik yang memiliki pengaruh besar di dunia. Kritik Trump terhadap Paus Leo dapat memicu ketegangan antara AS dan Vatikan.

Menlu AS, Marco Rubio, berusaha memperbaiki hubungan antara AS dan Italia serta Vatikan. Namun, Rubio tidak memberikan jaminan bahwa Trump akan berhenti melontarkan kritik keras terhadap Meloni dan Paus Leo.

Baca juga:

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa hubungan antara AS dan Italia serta Vatikan masih memanas. Kritik Trump terhadap Paus Leo dapat membahayakan umat Katolik dan memicu ketegangan antara AS dan Vatikan. Perlu upaya diplomatis untuk memperbaiki hubungan antara negara-negara tersebut.