Berita Pilihan

Mengenal People Pleaser: Bagaimana Menjaga Keseimbangan Antara Membantu Orang Lain dan Kebutuhan Diri Sendiri

admin ·
Mengenal People Pleaser: Bagaimana Menjaga Keseimbangan Antara Membantu Orang Lain dan Kebutuhan Diri Sendiri

Berita Pilihan 10 Mei 2026 – Di kehidupan sehari-hari, banyak orang memiliki kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain, bahkan hingga mengorbankan kebutuhan dan kenyamanan dirinya sendiri. Kondisi ini dikenal dengan istilah people pleaser. Orang dengan sikap ini cenderung ingin terlihat sempurna, merasa tidak enak hati ketika menolak permintaan, dan sering memprioritaskan kepentingan orang lain dibanding dirinya sendiri.

Dalam dunia psikologi, people pleaser dapat dipengaruhi oleh pola asuh, pengalaman masa kecil, lingkungan sosial, hingga tingkat kepercayaan diri seseorang. Banyak orang tumbuh dengan anggapan bahwa menjadi anak baik, teman yang selalu ada, atau orang yang tidak merepotkan adalah hal yang harus dipertahankan. Akibatnya, seseorang terbiasa menekan perasaan pribadi demi menjaga hubungan sosial tetap aman dan nyaman.

Baca juga:

Salah satu contohnya adalah dorongan untuk tetap menerima ajakan meskipun sedang lelah, sulit menolak tugas tambahan di tempat kerja, atau terus mengiyakan permintaan orang lain meski sebenarnya keberatan. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang kehilangan batas antara membantu secara sehat dan memaksakan diri demi diterima lingkungan.

People pleaser bukan penyakit mental dan tidak tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), tetapi bisa menjadi indikator kerentanan psikologis, terutama jika disertai rasa cemas, kelelahan emosional, dan hilangnya identitas diri. Perilaku ini juga sering dikaitkan dengan kebutuhan akan validasi dan rasa takut terhadap penolakan atau konflik.

Baca juga:

Untuk melepaskan diri dari tekanan sosial yang terkait dengan people pleaser, seseorang perlu memahami bahwa menjaga keseimbangan antara membantu orang lain dan kebutuhan diri sendiri sangat penting. Menerima bahwa menolak permintaan orang lain tidak selalu berarti bahwa kita tidak peduli, melainkan tentang mengetahui batas dan prioritas diri sendiri.

Menjaga komunikasi yang terbuka dan jujur dengan orang lain tentang kebutuhan dan perasaan kita juga dapat membantu. Dengan demikian, kita dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan meminimalkan tekanan emosional yang tidak perlu. Pada akhirnya, mengenali dan memahami people pleaser dapat membantu kita untuk menjadi lebih sadar akan kebutuhan diri sendiri dan orang lain, sehingga kita dapat menjalani hidup yang lebih seimbang dan bahagia.

Baca juga: