Berita Pilihan

AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Kembali Diuji

admin ·
AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Kembali Diuji

Berita Pilihan 09 Mei 2026 – Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat baku tembak pada Kamis, 7 Mei, dalam insiden paling serius sejak gencatan senjata antara kedua negara mulai berlaku sebulan lalu. Meski demikian, kedua pihak menegaskan situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata masih berlaku dan berupaya meredam kekhawatiran mengenai eskalasi terbaru tersebut. Trump mengatakan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS sempat melintas di Selat Hormuz di bawah tembakan Iran, namun tidak mengalami kerusakan.

Baca juga:

Insiden baku tembak ini terjadi ketika pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecil ke arah tiga kapal perang AS di Selat Hormuz. AS menuduh Iran melakukan serangan tanpa provokasi, sedangkan Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan Iran sebagai tindakan tanpa provokasi. CENTCOM mengatakan bahwa pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecil, saat kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April setelah ledakan terdengar di kawasan Selat Hormuz. Media pemerintah Iran menggambarkan situasi itu sebagai adu tembak antara angkatan bersenjata Iran dan musuh.

Baca juga:

Kantor berita Iran melaporkan beberapa ledakan terdengar di dekat kota Bandar Abbas. Bagian komersial dermaga di Pulau Qeshm, pulau terbesar di Teluk, disebut menjadi sasaran serangan.

Komando militer tertinggi Iran juga menuduh AS menyerang kapal tanker minyak Iran yang sedang menuju selat tersebut, serta kapal lain yang melintas di dekat pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). Iran mengeklaim angkatan bersenjatanya segera merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS hingga menyebabkan kerusakan signifikan, serta menuduh Washington melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA pada Jumat, 8 Mei, menyatakan sistem pertahanan udaranya secara aktif terlibat menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, meskipun terjadi bentrokan antara Iran dan kapal perusak Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. Trump bahkan menyebut Iran sedang mempermainkan kita hari ini.

Menlu AS juga memberi pesan keras kepada Iran, dengan mengatakan bahwa mereka pasti kalah jika melakukan serangan terhadap AS. AS menyarankan Iran untuk membuat pilihan yang masuk akal dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Kesimpulan, insiden baku tembak antara AS dan Iran di Selat Hormuz merupakan eskalasi terbaru dalam konflik antara kedua negara. Meski demikian, kedua pihak menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. AS menyarankan Iran untuk membuat pilihan yang masuk akal dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.