Berita Pilihan

Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan Penyelidikan, 39 Saksi Diperiksa

admin ·
Kasus Tabrakan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan Penyelidikan, 39 Saksi Diperiksa

Berita Pilihan 09 Mei 2026 – Kasus tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus dilakukan penyelidikan oleh Polda Metro Jaya. Sebanyak 39 saksi telah diperiksa guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 16 orang dan melukai 90 orang lainnya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pemeriksaan saksi terdiri dari 1 saksi pelapor, 2 saksi dalam laporan polisi, 11 korban, 8 saksi sekitar kejadian, 2 pihak pengemudi dan operasional kendaraan, 8 pihak operasional perkeretaapian, 3 saksi dari instansi terkait, dan 4 saksi dari perusahaan taksi online.

Baca juga:

Pemeriksaan lanjutan difokuskan pada unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait, serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online. Penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah memeriksa tiga pejabat dari PT KAI Daop 1 Manggarai, yakni Kepala Sintal atau Sintetis Sinyal dan Telekomunikasi, Petugas Pengawas Selatan, serta Customer Service on Train Kereta Api Listrik.

Selain itu, polisi turut memeriksa sejumlah pejabat operasional dari PT Hans SM Green and Smart Mobility Indonesia atau Green SM, termasuk pengemudi taksi online yang menjadi kendaraan pertama tertabrak KRL. Proses penyidikan masih terus berjalan dan dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kereta.

Kasus kecelakaan ini sudah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukannya unsur pidana dalam gelar perkara yang dilakukan. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Baca juga:

Sampai saat ini, sebanyak 12 orang korban masih menjalani rawat inap di tujuh rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Mitra Bekasi Timur, RS Primaya Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, RS MMC Kuningan, Jakarta, Rumah Sakit Primaya Barat, dan Rumah Sakit Eka Hospital Harapan Indah.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi yang terkait dengan kecelakaan, termasuk pengemudi taksi online dan korban selamat. Pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam beberapa hari terakhir, kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur telah menjadi perhatian masyarakat luas. Banyak pihak yang menuntut agar penyebab kecelakaan segera diungkap dan agar tindakan yang tepat segera diambil untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan.

Baca juga:

Kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur merupakan salah satu kecelakaan kereta paling parah yang pernah terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan agar tindakan yang tepat segera diambil untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di masa depan.