Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Lakukan Perubahan Besar di Kementerian ESDM, Berikut Rincian Lengkap
Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan perubahan besar di Kementerian ESDM dengan melantik 19 pejabat tinggi pratama. Pelantikan ini dilakukan sebagai langkah penyegaran organisasi dan penguatan kinerja di sektor energi.
Bahlil menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas organisasi. "Kita hari ini melakukan pelantikan dalam rangka reorganisasi, dalam rangka penyehatan, dan mencari formulasi tim yang lebih cepatlah. Karena target dari Bapak Presiden sangat besar kepada kita. Jadi, kita melakukan percepatan dengan membuat perubahan rolling-rolling di kementerian," ujar Bahlil.
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Dr. Erick Hutrindo, S.T., M.T. sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Selain itu, Rakhmawati, S.T. dilantik sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, dan Joko Hadi Wibowo, S.T., M.T. sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.
Bahlil juga membuka peluang untuk menghentikan impor LPG seiring rencana pengembangan compressed natural gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menegaskan bahwa harga CNG diupayakan minimal setara dengan LPG 3 kg, bahkan diharapkan bisa lebih murah.
Perubahan ini juga melibatkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan pelantikan Chrisnawan Anditya, S.T., M.T. sebagai Direktur Bahan Bakar Minyak. Selain itu, Ir. Surya Widyantoro, S.T., M.T. dilantik sebagai Deputi Eksploitasi pada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Dengan perubahan ini, diharapkan Kementerian ESDM dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mengelola sumber daya energi dan mineral di Indonesia. Perubahan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan energi dan mineral di masa depan.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk mengembangkan CNG sebagai alternatif LPG 3 kg. Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah akan tetap memberikan subsidi untuk penerapan CNG, namun dengan harapan bahwa subsidi dapat dikurangi hingga 30 persen. Ia juga menegaskan bahwa harga CNG diupayakan minimal setara dengan LPG 3 kg, bahkan diharapkan bisa lebih murah.
Dengan demikian, perubahan besar di Kementerian ESDM ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mengelola sumber daya energi dan mineral di Indonesia, serta membantu meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan energi dan mineral di masa depan.