Berita Pilihan

Harga Pertamax Naik? Bahlil Lahadalia Beri Sinyal, Pertalite Aman Hingga Akhir Tahun

admin ·
Harga Pertamax Naik? Bahlil Lahadalia Beri Sinyal, Pertalite Aman Hingga Akhir Tahun

Berita Pilihan – 21 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan sinyal kemungkinan penyesuaian kembali harga BBM nonsubsidi jika harga minyak dunia tetap berada pada level tinggi. Pernyataan tersebut menimbulkan antisipasi di kalangan pengguna Pertamax, mengingat harga dunia minyak mentah masih berfluktuasi di atas US$100 per barel.

Bahlil menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan dilakukan secara bertahap. “Kalau yang untuk BBM nonsubsidi, ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang, tahap berikutnya tergantung kondisi pasar,” ujar Menteri di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Ia menambahkan, apabila harga minyak dunia terus tinggi, pemerintah tidak dapat menutupinya dengan kebijakan harga tetap, sehingga penyesuaian harga akan menjadi langkah logis.

Baca juga:

Sementara itu, data yang dirilis oleh Pertamina (Persero) pada Sabtu, 18 April 2026, menunjukkan bahwa tidak semua produk BBM nonsubsidi mengalami kenaikan. Produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat naik signifikan, sedangkan Pertamax dan Pertamax Green tetap pada harga sebelumnya. Berikut rangkuman harga terkini di wilayah Jakarta:

  • Pertamax Turbo: Rp 19.400 per liter (naik Rp 6.300)
  • Dexlite: Rp 23.600 per liter (naik Rp 9.400)
  • Pertamina Dex: Rp 23.900 per liter (naik Rp 9.400)
  • Pertamax: Rp 12.300 per liter (tidak berubah)
  • Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter (tidak berubah)

Di sisi lain, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap dipatok pada Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar tetap di Rp 6.800 per liter. Kebijakan ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 yang mengatur bahwa subsidi BBM tidak akan naik selagi harga minyak internasional berada di bawah US$100 per barel.

Baca juga:

Pengamat pasar energi menilai sinyal Bahlil sebagai peringatan bagi konsumen dan pelaku industri. Jika harga minyak dunia tidak turun, potensi kenaikan Harga Pertamax dapat berdampak pada biaya operasional transportasi, khususnya bagi perusahaan logistik dan angkutan umum yang masih mengandalkan bahan bakar premium. Namun, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi akan tetap stabil sampai akhir tahun, memberikan ruang bernapas bagi konsumen berpenghasilan rendah.

Selain Pertamina, beberapa operator SPBU swasta juga menyesuaikan tarif. Contohnya, BP-AKR menaikkan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp 25.560 per liter, sementara BP 92 tetap pada Rp 12.390 per liter. Kebijakan serupa memperkuat gambaran bahwa tekanan harga minyak global menembus seluruh segmen pasar BBM di Indonesia.

Baca juga:

Secara keseluruhan, Bahlil mengingatkan bahwa kebijakan harga BBM nonsubsidi bersifat dinamis dan akan terus dipantau. Konsumen diharapkan tetap waspada, memantau perkembangan harga dunia, dan memanfaatkan BBM bersubsidi yang dijamin tidak naik hingga akhir tahun. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan dan energi demi menghindari beban tambahan pada rumah tangga.

Dengan kondisi tersebut, pengguna Pertamax disarankan untuk menyiapkan anggaran tambahan bila Harga Pertamax kembali naik. Sementara itu, Pertalite tetap menjadi pilihan ekonomis yang aman hingga akhir tahun, memberikan perlindungan bagi konsumen yang sensitif terhadap fluktuasi harga bahan bakar.