Kontroversi Kualifikasi Piala Dunia 2026: Pelatih Irak Ungkap Kejanggalan yang Merugikan Timnas Indonesia
Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia telah usai, namun kontroversi terkait penunjukan tuan rumah dan jadwal pertandingan masih menjadi sorotan. Pelatih Irak, Graham Arnold, baru-baru ini membuka suara tentang kejanggalan yang terjadi selama putaran keempat.
Menurut Arnold, penunjukan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah putaran keempat kualifikasi tidak transparan. Ia menyatakan bahwa sebelum undian, semua tim diberitahu bahwa putaran keempat akan digelar di tempat netral. Namun, kemudian diumumkan bahwa dua tim dengan peringkat tertinggi akan menjadi tuan rumah.
Arnold merasa bahwa hal ini sangat menguntungkan Arab Saudi, karena mereka mendapatkan jeda laga yang lebih panjang dibandingkan dengan tim lain. Ia juga menyatakan bahwa Indonesia sangat dirugikan karena harus bermain dengan jadwal yang sangat padat, tanpa cukup waktu untuk beristirahat.
Kontroversi ini juga telah dibahas oleh media asing, seperti The Athletic, yang menyoroti bahwa penunjukan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah tidak transparan dan bahwa jadwal pertandingan sangat menguntungkan tuan rumah.
Akhirnya, Arab Saudi berhasil melaju ke Piala Dunia 2026 setelah finis di peringkat pertama Grup B putaran keempat kualifikasi. Sementara itu, Irak harus melalui ronde kelima untuk memperebutkan tiket Piala Dunia, dan Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia.
Kesimpulan dari kontroversi ini adalah bahwa penunjukan tuan rumah dan jadwal pertandingan putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia masih menjadi sorotan. Pelatih Irak, Graham Arnold, telah membuka suara tentang kejanggalan yang terjadi, dan media asing juga telah menyoroti kontroversi ini.