Berita Pilihan

Iran Lakukan Eksekusi Agen Israel Terkait Protes Antipemerintah di Mashhad

admin ·
Iran Lakukan Eksekusi Agen Israel Terkait Protes Antipemerintah di Mashhad

Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Teheran, 6 Mei 2026 – Pemerintah Iran resmi mengumumkan pelaksanaan eksekusi mati terhadap dua agen intelijen Israel serta satu warga Iran yang diduga menjadi pemicu kerusuhan di kota Mashhad pada akhir 2025 hingga awal 2026. Keputusan tersebut diambil oleh Lembaga Peradilan Iran setelah proses pengadilan yang berlangsung selama beberapa minggu.

Menurut pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui situs Mizan Online, dua agen Mossad bernama Mehdi Rassouli dan Mohammad Reza Miri dinyatakan bersalah karena terlibat dalam aksi protes antipemerintah yang berujung pada penembakan dan pembunuhan seorang anggota pasukan keamanan. Kedua tersangka tersebut dijatuhi hukuman gantung, yang kemudian dilaksanakan pada Senin (4/5/2026). Dalam penjelasan yang sama, pihak berwenang menambahkan bahwa eksekusi ini merupakan bentuk respons keras terhadap intervensi asing serta upaya menekan gerakan pemberontakan di dalam negeri.

Baca juga:

Selain dua agen Israel, satu warga Iran bernama Ebrahim Dolatabadi juga dieksekusi pada hari yang sama. Dolatabadi, berusia 32 tahun, dituduh menjadi penghasut utama kerusuhan di Mashhad, dengan tuduhan membunuh sejumlah anggota pasukan keamanan selama demonstrasi pada Desember 2025 dan Januari 2026. Pengadilan menyatakan bahwa tindakan anarkisnya melanggar hukum keamanan negara, sehingga ia dijatuhi hukuman mati yang sama.

Eksekusi tersebut menambah total jumlah narapidana yang dieksekusi sejak Iran terlibat konflik terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel pada tahun 2023. Sebelumnya, Iran telah mengeksekusi 21 orang; kini angka tersebut naik menjadi 24. Data yang dirilis oleh Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (UNHRC), melalui juru bicaranya Volker Turk, menunjukkan mayoritas eksekusi terkait dengan tindakan kerusuhan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026. Turk menyatakan keprihatinannya, “Saya terkejut dan khawatir. Pihak berwenang Iran terus membatasi hak‑hak rakyat secara drastis,” menambahkan bahwa eksekusi tersebut berpotensi menekan kebebasan berpendapat dan mengintimidasi aktivis oposisi.

  • Mehdi Rassouli – Agen Mossad, dieksekusi karena peran dalam penyerangan pasukan keamanan.
  • Mohammad Reza Miri – Agen Mossad, dieksekusi bersama Rassouli.
  • Ebrahim Dolatabadi – Warga Iran, dituduh memicu kerusuhan dan membunuh personel keamanan.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Iran Human Rights, mencatat bahwa pada tahun 2025 saja, Iran telah mengeksekusi setidaknya 1.500 orang, menjadikannya negara dengan tingkat hukuman mati tertinggi setelah China. Dari total tersebut, 12 orang diproses karena keterlibatan dalam protes antipemerintah pada tahun-tahun sebelumnya (2022‑2023). Lembaga tersebut menegaskan bahwa prosedur peradilan sering kali kurang transparan, dan banyak terdakwa tidak mendapat akses penuh ke pembelaan hukum yang memadai.

Baca juga:

Para pengamat geopolitik menilai bahwa eksekusi ini dapat memperburuk hubungan Iran dengan Israel dan sekutu‑sekutunya di Barat. Langkah tegas Tehran menandai eskalasi retorika dan tindakan militer yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, khususnya setelah serangkaian serangan siber dan pemboman balistik yang dikaitkan dengan kepentingan Israel. Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan ini bersifat domestik dan berlandaskan pada hukum nasional, bukan sebagai balasan langsung terhadap tekanan luar negeri.

Reaksi internasional beragam. Beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengutuk keras eksekusi tersebut, menilai pelanggaran hak asasi manusia dan menuntut Iran untuk meninjau kembali kebijakan hukuman mati. Sebaliknya, sekutu regional seperti Rusia dan Turki menyatakan bahwa Iran berhak menegakkan kedaulatan dan keamanan dalam negeri, serta menolak campur tangan luar.

Dalam konteks politik domestik, eksekusi ini dikatakan oleh otoritas Tehran sebagai upaya menegakkan disiplin serta memperingatkan elemen‑elemen yang berusaha menggoyang stabilitas negara. Namun, kritik dari dalam negeri menunjukkan bahwa tindakan keras semacam ini justru dapat memicu gelombang protes baru, terutama di kalangan muda yang semakin terhubung dengan jaringan media sosial global.

Baca juga:

Seiring berjalannya waktu, masyarakat internasional akan terus memantau perkembangan situasi di Iran, terutama terkait dengan hak‑hak sipil dan kebebasan politik. Eksekusi agen Israel ini menandai babak baru dalam dinamika hubungan Iran‑Israel, sekaligus menegaskan pola keras Tehran dalam menanggapi ancaman internal maupun eksternal.