Trisha Eungelica Dokter: Sumpah Dokter Penuh Emosi, Ferdy Sambo Disebut di Tengah Keluarga Intim
Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Jakarta, 5 Mei 2026 – Pada Senin sore, Trisha Eungelica resmi melangkah ke panggung sumpah dokter di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta. Upacara yang biasanya dihadiri oleh rekan sejawat, pejabat medis, hingga keluarga besar, kali ini hanya dihadiri oleh nenek dan adik kecilnya, menciptakan suasana yang sangat intim dan berbeda dari kebanyakan prosesi serupa.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB, dengan prosesi tradisional yang meliputi pembacaan sumpah, penyerahan jubah putih, dan pemberian stethoscope sebagai simbol tanggung jawab seorang dokter. Meskipun hadir sedikit, atmosfer tetap khidmat, didukung oleh musik latar yang lembut serta ucapan selamat dari para petugas rumah sakit.
Di sela-sela prosesi, sebuah momen tak terduga menarik perhatian publik: nama Ferdy Sambo, mantan pejabat tinggi militer yang sempat menjadi sorotan nasional, disebut dalam pidato singkat yang disampaikan oleh salah satu senior dokter. “Kita semua tahu perjalanan hidup Trisha penuh tantangan, dan dukungan keluarga serta nilai-nilai integritas yang ia pegang kuat, termasuk semangat yang pernah diilhami oleh tokoh seperti Bapak Ferdy Sambo, meski dalam konteks yang berbeda,” ujar sang pembicara, menyinggung secara halus nama mantan pejabat tersebut.
Reaksi spontan muncul dari nenek Trisha, yang meneteskan air mata haru. “Anakku telah berjuang keras sejak kecil, dan kini ia menjadi dokter. Kami bersyukur atas semua doa dan dukungan, termasuk yang datang dari sosok-sosok yang pernah menjadi inspirasi bagi banyak orang,” katanya dengan suara bergetar.
Adik Trisha yang berusia 12 tahun tampak antusias, memegang erat tangan kakaknya sambil berbisik, “Kak, sekarang aku bisa bangga punya dokter di keluarga.” Momen tersebut menambah kehangatan suasana, menegaskan nilai kebersamaan dalam keluarga kecil tersebut.
Trisha sendiri menyampaikan pidato singkat setelah menerima jubah putih. Ia mengungkapkan rasa syukurnya kepada orang tua, meski mereka tidak hadir secara fisik karena sedang menjalani perawatan di luar kota, serta kepada nenek yang selalu menjadi pilar kekuatannya. “Saya berjanji akan mengabdi kepada masyarakat dengan penuh dedikasi, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui, termasuk tantangan pribadi yang tidak sedikit,” ujar Trisha dengan tegas namun tetap mengedepankan kerendahan hati.
Penggunaan nama Ferdy Sambo dalam pidato menimbulkan spekulasi di media sosial. Sebagian netizen menilai bahwa penyebutan tersebut merupakan upaya menghubungkan nilai integritas militer dengan etika kedokteran, sementara yang lain menganggapnya sebagai strategi politis untuk menenangkan publik yang masih mengingat kontroversi masa lalu. Namun, tidak ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit maupun keluarga Trisha terkait maksud sebenarnya.
Secara umum, upacara sumpah dokter biasanya melibatkan ribuan peserta, termasuk pejabat kesehatan dan perwakilan institusi pendidikan kedokteran. Namun, karena keadaan pribadi yang unik dan keinginan Trisha untuk menjaga keintiman acara, maka keputusan untuk membatasi undangan menjadi dua orang terdekat diputuskan bersama keluarga.
Para ahli menilai bahwa dukungan keluarga yang kuat dapat menjadi faktor penentu keberhasilan seorang dokter dalam menjalani praktek profesional. “Kehadiran orang terdekat pada momen penting seperti ini dapat memberikan motivasi tambahan, terutama ketika dokter muda harus menghadapi tekanan kerja dan tanggung jawab besar,” ujar Dr. Andi Prasetyo, pakar psikologi klinis.
Sementara itu, Trisha Eungelica dokter kini resmi terdaftar pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan siap menjalani residensi di Departemen Penyakit Dalam. Ia berencana mengabdikan diri di wilayah Jawa Barat, tempat asal keluarganya, untuk memberikan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.
Dengan keberhasilan ini, Trisha tidak hanya menandai pencapaian pribadi, tetapi juga menegaskan kembali peran penting dukungan keluarga dalam menapaki karier profesional. Upacara yang sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti bahwa kesederhanaan dapat menghasilkan kebanggaan yang luar biasa, baik bagi individu maupun bagi publik yang menyaksikannya.