Berita Pilihan

Tragedi Pantai Wediawu: 31 Wisatawan Surabaya Narkoba Usai Serangan Misterius

admin ·
Tragedi Pantai Wediawu: 31 Wisatawan Surabaya Narkoba Usai Serangan Misterius

Berita Pilihan 07 Mei 2026 – Ruang wisata Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, kembali menjadi sorotan publik setelah insiden pengeroyokan pada Selasa pagi (5/5/2026). Sekelompok orang tak dikenal menyerang rombongan wisatawan asal Surabaya yang tengah menikmati liburan di kawasan pantai tersebut. Dari 69 orang yang berada dalam kelompok, 31 di antaranya dinyatakan positif narkoba setelah pemeriksaan urine lanjutan.

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menjelaskan bahwa tes urine dilakukan sebagai langkah pascakejadian untuk memastikan kondisi kesehatan semua anggota rombongan. “Dari hasil tes urine, 31 orang terindikasi positif narkotika dengan rincian 21 orang positif ganja, 6 orang positif sabu, dan 4 orang positif keduanya,” ujarnya pada Rabu (6/5/2026). Pemeriksaan tersebut juga bertujuan mengidentifikasi apakah ada faktor lain yang memengaruhi kejadian kekerasan tersebut.

Baca juga:

Berikut rincian hasil tes narkoba:

  • Ganja: 21 orang
  • Sabu: 6 orang
  • Kombinasi ganja dan sabu: 4 orang

Para wisatawan yang hasilnya positif kini berada di bawah penanganan Satresnarkoba Polres Malang dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang. Koordinasi antara kepolisian dan BNN akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan rehabilitasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, 38 orang yang tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba telah dipulangkan ke Surabaya menggunakan bus yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya. “Penanganan kami lakukan sesuai prosedur, baik dari sisi hukum maupun aspek rehabilitasi bagi yang memenuhi kriteria,” tambah Taat Resdi.

Insiden pengeroyokan itu sendiri menimbulkan kerusakan pada enam mobil yang berada dalam rombongan, serta melukai enam wisatawan dengan luka-luka ringan. Petugas mengamankan barang bukti berupa balok kayu, batu, dan botol minuman keras yang diduga dipergunakan sebagai senjata selama aksi. Hingga kini, motif serangan masih belum teridentifikasi, begitu pula identitas kelompok pelaku.

Baca juga:

Polisi Malang terus melakukan penyelidikan intensif. “Kami tetap mendalami kasus utama dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut,” tegas Kapolres. Tim penyidik juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa saksi mata yang berada di tempat kejadian.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas, tidak hanya karena tindakan kekerasan, tetapi juga mengangkat isu penyalahgunaan narkoba di kalangan wisatawan. Masyarakat dan aktivis kesehatan menilai pentingnya edukasi serta pengawasan yang lebih ketat pada destinasi wisata populer.

Menurut data kepolisian, penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan, khususnya pada jenis ganja dan sabu. Penegakan hukum yang tegas dan program rehabilitasi yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam upaya menurunkan angka tersebut.

Selain penanganan hukum, pihak BNN menekankan pentingnya pendekatan sosial. “Rehabilitasi bukan hanya sekadar penanganan medis, melainkan juga melibatkan dukungan keluarga, komunitas, dan lembaga sosial,” ujar perwakilan BNN Kabupaten Malang.

Baca juga:

Dengan adanya penangkapan dan pemeriksaan menyeluruh, diharapkan kasus ini dapat memberikan pelajaran bagi semua pihak terkait: aparat penegak hukum, penyedia layanan wisata, serta para pelancong. Kesiapsiagaan, transparansi, dan kerja sama lintas lembaga menjadi faktor krusial dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Kasus 31 wisatawan Surabaya narkoba ini menjadi catatan penting bagi otoritas setempat dalam meninjau kembali kebijakan keamanan dan kesehatan publik di area wisata. Upaya preventif, termasuk pemeriksaan narkoba rutin dan peningkatan keamanan lingkungan, diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi para pengunjung.

Ke depan, Polres Malang berkomitmen mempercepat proses penyidikan, mengungkap motif serangan, serta menindaklanjuti penanganan rehabilitasi bagi 31 wisatawan yang terdeteksi positif. Sementara itu, keluarga dan pihak terkait di Surabaya menunggu kabar lebih lanjut mengenai kondisi anggota rombongan yang masih dalam perawatan.