Safrie Ramadan Minta Maaf ke Na Daehoon: Janji Tak Ulang Konten Kontroversial
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Jakarta, 5 Mei 2026 – Safrie Ramadan, pacar Julia Prastini yang akrab disapa Jule, akhirnya mengeluarkan pernyataan permintaan maaf secara terbuka setelah unggahan di Instagram menimbulkan gelombang kemarahan publik. Postingan tersebut menampilkan anak‑anak Na Daehoon dalam konteks yang dianggap melecehkan secara seksual, sehingga memicu reaksi keras dari sang ayah sekaligus sorotan media sosial nasional.
Dalam video klarifikasi yang diunggah pada hari yang sama, Safrie Ramadan menyampaikan, “Halo semuanya, saya Safrie Ramadan meminta maaf yang sebesar‑besarannya atas kegaduhan yang saya perbuat belakangan ini.” Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah hasil niat buruk, melainkan murni ketidakdewasaan dalam mengelola konten digital. “Saya mengakui apa yang saya perbuat tidak dapat dibenarkan dan saya belum dewasa dalam bersosial media,” tegasnya.
Pernyataan itu tidak hanya ditujukan kepada publik luas, tetapi secara khusus kepada Na Daehoon dan keluarga. Safrie berharap pihak yang merasa dirugikan dapat memaafkannya. “Saya juga meminta maaf kepada saudara Na Daehoon dan keluarga atas apa yang sudah saya posting di sosial media,” ujarnya dengan nada yang terdengar menyesal.
Kontroversi ini bermula pada 29 April 2026, ketika Safrie mengunggah foto bersama anak‑anak Na Daehoon, disertai teks yang menyinggung kebahagiaan sang anak. Netizen langsung menilai foto tersebut melewati batas, terutama karena melibatkan anak di bawah umur dalam konteks yang tidak pantas. Na Daehoon menanggapi dengan mengunggah Instagram Story yang memperlihatkan kemarahannya, sekaligus mengancam langkah hukum bila konten serupa terulang.
Berbagai media mengutip reaksi publik yang beragam. Sebagian menuntut agar Safrie dituntut secara hukum karena dianggap melanggar norma perlindungan anak, sementara yang lain menyarankan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna media sosial untuk lebih bijak. Di tengah tekanan itu, Safrie berjanji akan memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
- Safrie mengakui bahwa unggahan tersebut tidak dapat dibenarkan.
- Ia meminta maaf secara terbuka kepada Na Daehoon, keluarga, dan publik.
- Safrie berkomitmen untuk lebih berhati‑hati dalam penggunaan media sosial ke depan.
- Na Daehoon menyatakan kesiapan menempuh jalur hukum bila diperlukan.
Selain permintaan maaf, Safrie juga menyatakan bahwa ia akan melakukan evaluasi internal terhadap proses pembuatan konten. “Saya akan belajar lebih banyak tentang etika digital dan melibatkan tim yang lebih profesional dalam setiap unggahan,” katanya. Komitmen ini mencerminkan upaya memperbaiki citra pribadi serta mengurangi dampak negatif pada anak‑anak yang menjadi korban tak sengaja.
Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan anak di era digital. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan regulasi yang melarang penyebaran konten yang menyinggung atau mengeksploitasi anak di platform online. Meskipun belum ada proses hukum resmi yang dibuka, Na Daehoon mengindikasikan bahwa ia akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang bila Safrie tidak menunjukkan itikad baik dalam memperbaiki perilakunya.
Di sisi lain, Julia Prastini (Jule) yang berada di tengah perceraian dengan Na Daehoon pada akhir 2025, juga merasakan tekanan emosional akibat insiden ini. Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam unggahan, Jule menjadi sorotan media karena hubungannya dengan Safrie. Beberapa pengamat menilai bahwa situasi keluarga ini semakin rumit, mengingat adanya hak asuh anak yang masih menjadi perdebatan.
Pengamat media sosial menekankan bahwa kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana selebritas harus lebih sadar akan dampak setiap postingan. “Satu gambar atau kata yang tampak ringan bagi sang pembuat konten bisa berakibat fatal bagi pihak lain, terutama anak‑anak,” ujar seorang pakar komunikasi digital. Ia menambahkan bahwa edukasi literasi digital masih sangat diperlukan, tidak hanya bagi publik umum tetapi juga bagi figur publik.
Safrie Ramadan menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak dapat melupakan insiden ini dan melangkah ke depan. “Saya berjanji bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali,” tutupnya. Meski demikian, masa depan hubungannya dengan Na Daehoon dan keluarganya masih belum pasti, mengingat proses hukum dan dinamika keluarga yang terus berkembang.
Kasus ini akan terus dipantau oleh masyarakat dan regulator, mengingat implikasinya terhadap standar etika konten di Indonesia. Jika Safrie mampu menepati janjinya, kemungkinan besar reputasinya dapat pulih secara perlahan. Namun, bila terjadi pelanggaran serupa, konsekuensi hukum dan sosial dapat menjadi lebih berat.