Partai Ummat Seribu Persen Dukung Amien Rais: Kontroversi Kedekatan Prabowo‑Teddy Memicu Polemik Nasional
Berita Pilihan 05 Mei 2026 – Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, menegaskan bahwa seluruh kader partainya memberikan dukungan seribu persen terhadap pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, yang menuding adanya kedekatan pribadi antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. Ridho menuturkan bahwa sikap Amien merupakan bentuk kegelisahan masyarakat yang selama ini terpendam, sekaligus wujud kecintaan pada negara serta kepedulian terhadap sahabat lama Presiden.
Dalam wawancara dengan IDN Times pada 5 Mei 2026, Ridho menyatakan, “Kami seluruh kader Partai Ummat seribu persen mendukung pernyataan Pak Amien Rais. Pernyataan beliau menyuarakan keresahan yang telah lama beredar di masyarakat, dan kami melihatnya sebagai langkah kritis yang konsisten sejak era Orde Baru.” Ia menambahkan bahwa Amien mengangkat isu ini bukan untuk menyerang secara politik, melainkan untuk melindungi integritas kepemimpinan tertinggi negara.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menolak keras narasi yang diangkat dalam video berdurasi delapan menit yang diunggah Amien Rais ke kanal YouTube pribadinya. Menteri Meutya Hafid menegaskan, “Isi video tersebut merupakan hoaks, fitnah, dan mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa. Kami akan menindak pelanggaran sesuai UU ITE No.1 Tahun 2024.” Komdigi menyatakan bahwa tuduhan mengenai hubungan spesial antara Prabowo dan Teddy tidak didasarkan pada fakta apapun.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, menyuarakan keprihatinannya atas pernyataan Amien Rais yang dinilai dapat menjadi korban hoaks digital. “Amien Rais, sebagai tokoh akademisi dan reformasi, juga tidak kebal terhadap penyebaran informasi tidak terverifikasi. Kami mengimbau publik untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai konten yang bersifat provokatif,” ujarnya dalam konferensi pers pada 3 Mei 2026.
- Reaksi Kemkomdigi: Video Amien Rais dikategorikan sebagai fitnah dan ujaran kebencian.
- Reaksi Bakom: Peringatan terhadap bahaya hoaks dan pentingnya verifikasi informasi.
- Reaksi KSP Dudung: Menolak segala simpati terhadap tuduhan Amien Rais, menegaskan bahwa tuduhan tersebut fitnah.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman secara tegas menolak pernyataan Amien Rais. Dudung menyatakan, “Saya tidak simpati dengan tuduhan itu. Semua tuduhan terhadap Teddy adalah fitnah dan provokasi yang hanya bertujuan mengganggu persatuan bangsa.” Ia menambahkan, “Jika ada bukti yang sah, mari bawa ke jalur hukum, bukan lewat penyebaran video yang menimbulkan keresahan publik.”
Kontroversi ini menimbulkan dinamika politik yang signifikan. Di satu sisi, Partai Ummat berusaha menegaskan posisi kritisnya terhadap pemerintah, sementara di sisi lain, lembaga eksekutif menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu dapat merusak stabilitas nasional. Para pengamat politik menilai bahwa dukungan Partai Ummat kepada Amien Rais dapat memperkuat basis pemilih yang mengedepankan nilai anti‑hoaks, namun juga berisiko menambah ketegangan antara legislatif dan eksekutif.
Secara keseluruhan, pernyataan Amien Rais mengenai kedekatan Prabowo‑Teddy telah memicu perdebatan luas tentang batas kebebasan berpendapat, tanggung jawab digital, dan etika politik di era informasi. Meskipun Partai Ummat menyatakan dukungan penuh, pemerintah menegaskan bahwa semua pihak harus berpegang pada fakta yang dapat diverifikasi demi menjaga persatuan dan keamanan bangsa.