Berita Pilihan

GraduAction 2026 SMA Al Muslim: Kelulusan dengan Dampak Nyata bagi Masyarakat

admin ·
GraduAction 2026 SMA Al Muslim: Kelulusan dengan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Berita Pilihan 05 Mei 2026 – SMA Al Muslim Jawa Timur menggelar acara kelulusan yang berbeda dari tradisi biasanya pada Senin, 4 Mei 2026. Acara yang dinamakan GraduAction 2026 dengan tagline “The Last Bell, The First Impact” tidak hanya menjadi seremonial penutupan masa belajar, melainkan juga menjadi platform aksi sosial bagi para siswa kelas XII.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kelulusan yang menandai resmi berakhirnya pendidikan menengah atas. Kepala sekolah, Dr. Mahmudah, menekankan bahwa konsep kelulusan tahun ini dirancang untuk menambah nilai bagi peserta didik melalui program aksi nyata, seperti edukasi eco enzim dan Personal Assistant (PA) di unit pendidikan Al Muslim.

Baca juga:

Program eco enzim dilaksanakan di SMP Negeri 1 Waru, di mana siswa SMA mengajarkan cara pembuatan enzim ramah lingkungan yang dapat dipakai sebagai sabun cuci piring, pembersih kaca, dan pembersih lantai. “Produk eco enzim ini diharapkan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mendorong gaya hidup berkelanjutan,” ujar Dr. Mahmudah.

Selain itu, para lulusan menjalankan peran sebagai Personal Assistant di berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari KB/TK hingga SMA. Abil, PA di SD Al Muslim, mengungkapkan kesulitan mengondisikan kelas dan mengajar secara bersamaan, sementara Fayyad di SMP Al Muslim menambahkan tantangan berkomunikasi di depan siswa. Ustadz Rifqi menilai program PA menciptakan ruang kolaborasi produktif antara guru dan siswa, melatih kemandirian, manajemen waktu, dan kemampuan pengambilan keputusan.

Guru-guru pun memberikan penilaian positif. Ustadzah Ida, guru SMP Al Muslim, memuji siswa PA bernama Aditya yang menunjukkan sikap kooperatif, interaktif, dan komunikatif, serta berhasil menyusun pembelajaran berbasis game interaktif untuk kelas 7. Ustadzah Siska, penanggung jawab GraduAction, menegaskan tujuan agar kelulusan menjadi titik awal kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Baca juga:

Sementara itu, di tingkat nasional, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) mengumumkan kriteria kelulusan untuk Seleksi Kompetensi Manajer Kopdes Merah Putih 2026. Peserta harus mencapai nilai ambang batas pada Tes Potensi Kognitif (minimum 110) dan menempati peringkat tertinggi di antara jumlah formasi. Jika terjadi nilai yang sama, tes manajemen koperasi, IPK, dan usia menjadi faktor penentu. Sistem Computer Assisted Test (CAT) bersifat menggugurkan, menuntut persiapan matang bagi calon manajer koperasi desa.

Berbagai kebijakan terbaru juga memengaruhi proses kelulusan akademik. Kementerian Pendidikan mengeluarkan ketentuan pengelolaan ijazah 2026, termasuk perubahan format SK Penetapan Kelulusan, relasi legalitas, serta penerapan tanda tangan elektronik dan unggahan foto peserta didik. Sekolah harus menyesuaikan prosedur agar ijazah dapat diproses secara efisien.

Menjelang musim kelulusan, aparat pendidikan dan keamanan mengingatkan pentingnya mencegah tawuran. Berikut beberapa langkah preventif yang dapat diterapkan sekolah, orang tua, dan komunitas:

Baca juga:
  • Melakukan sosialisasi nilai toleransi dan empati melalui kegiatan ekstrakurikuler.
  • Mengadakan dialog terbuka antara siswa, guru, dan orang tua untuk mengidentifikasi potensi konflik.
  • Menyiapkan tim mediasi yang melibatkan pelajar senior untuk meredam ketegangan.
  • Meningkatkan kehadiran petugas keamanan di area sekolah dan tempat perayaan.
  • Mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk menyebarkan pesan damai dan mengawasi potensi provokasi.

Dengan mengintegrasikan pendidikan formal, aksi sosial, dan kebijakan administratif, kelulusan di Indonesia kini bertransformasi menjadi momentum yang lebih bermakna. Lulusan diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga semangat berkontribusi bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal.