Khofifah Nangis Bahagia di Hardiknas Mojokerto, Siswa Sekolah Rakyat Kuasai 5 Bahasa
Berita Pilihan 03 Mei 2026 – Sabtu, 2 Mei 2026, perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Mojokerto menjadi saksi momen emosional yang jarang terjadi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir bersama pejabat daerah dan sejumlah tamu undangan untuk menyaksikan penampilan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto. Sekitar lima puluh siswa dari dua rombongan belajar berpartisipasi dalam rangkaian acara yang sederhana namun sarat makna.
Setelah sambutan resmi, puncak acara tiba ketika sekelompok siswa naik ke panggung dan memulai pidato dalam lima bahasa sekaligus: Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Bahasa Jerman. Kepercayaan diri mereka tampak jelas, meski sebagian besar baru menempuh sembilan bulan belajar di Sekolah Rakyat. Penampilan multibahasa ini langsung memukau semua yang hadir, termasuk Gubernur Khofifah yang terlihat terharu.
- Bahasa Indonesia – penyampaian pesan nasionalisme dan semangat belajar.
- Bahasa Arab – menunjukkan pemahaman budaya Islam yang kuat.
- Bahasa Inggris – menegaskan kesiapan bersaing di era global.
- Bahasa Jepang – menambah nilai eksotis dan menunjukkan minat terhadap teknologi.
- Bahasa Jerman – menandakan keterbukaan terhadap pendidikan Eropa.
Setelah pidato, para siswa menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” yang menjadi simbol perjuangan pendidikan di pelosok negeri. Khofifah tidak mampu menahan emosinya; air mata mengalir mengiringi senyum bangga. Dalam sebuah pernyataan singkat, ia mengungkapkan rasa kagum atas pencapaian luar biasa yang diraih dalam waktu singkat.
“Saya surprise dari awal saat tiba di sini. Dalam waktu sembilan bulan, anak-anak ini sudah mampu tampil percaya diri dan menyampaikan sambutan dalam lima bahasa. Ini menunjukkan nilai positif yang sangat signifikan bagi perkembangan mereka,” ujar Khofifah.
Gubernur juga menekankan pentingnya program Sekolah Rakyat dalam menciptakan pendidikan inklusif bagi anak-anak kurang mampu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan siswa bukan sekadar kebanggaan sekolah, melainkan simbol kemajuan pendidikan nasional. “Keberhasilan ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek akademik, Khofifah juga memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan fisik, kesehatan, dan interaksi sosial siswa. Ia menilai bahwa semua indikator tersebut menunjukkan bahwa lingkungan belajar di Sekolah Rakyat telah memberikan dampak positif yang holistik.
Dalam rangka menambah semangat, Gubernur memotong tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan. Tumpeng tersebut diserahkan kepada perwakilan guru dan siswa, menandakan penghargaan atas dedikasi tenaga pendidik serta kerja keras para siswa.
Khofifah tidak hanya berhenti pada perayaan lokal. Ia meminta agar seluruh siswa SRMP 15 Mojokerto diundang untuk tampil dalam peringatan Hardiknas tingkat provinsi yang akan dilaksanakan pada 4 Mei 2026. “Saya minta kepada Pak Kasek untuk mengundang mereka di Hardiknas provinsi, terutama untuk membacakan pidato dalam lima bahasa. Ini harus menjadi inspirasi bagi seluruh Jawa Timur,” katanya.
Kepala Sekolah, Heri Susanto, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Gubernur. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah provinsi sangat penting untuk mempercepat kemajuan pendidikan, terutama dalam mengembangkan kemampuan bahasa asing siswa.
Salah satu siswa, Amanda Rachmatya Meisya, mengaku sangat terharu dapat tampil di hadapan Gubernur. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi teman-temannya untuk terus belajar dan berprestasi.
Keberhasilan siswa Sekolah Rakyat Mojokerto ini menjadi contoh konkret bahwa kebijakan pendidikan yang inklusif dapat menghasilkan generasi muda yang kompeten, multikultural, dan siap bersaing secara global. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan semangat belajar yang tinggi, diharapkan lebih banyak sekolah serupa akan mampu mencetak lulusan dengan kemampuan serupa di masa mendatang.
Secara keseluruhan, Hardiknas di Mojokerto tidak hanya merayakan hari pendidikan, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk memperkuat kualitas pendidikan di seluruh provinsi, menjadikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.