Tragedi di Pandeglang: Mobil Dinas Tabrak Siswa SD, Dua Korban Meninggal
Berita Pilihan 03 Mei 2026 – Pada Kamis, 30 April 2026, sebuah mobil dinas milik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang menabrak kerumunan anak-anak yang sedang beristirahat di depan Sekolah Dasar (SD) Sukaratu 5, Kampung Cikole, Kecamatan Majasari. Insiden terjadi sekitar pukul 09.20 WIB ketika sejumlah siswa sedang berkumpul untuk membeli jajanan di sekitar sekolah.
Menurut keterangan saksi mata, pengemudi mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak dapat menghindari kelompok anak-anak yang berada di jalur pejalan kaki. Tabrakan itu langsung menimbulkan kepanikan, dengan beberapa anak terluka ringan dan dua orang tewas dunia. Korban jiwa pertama adalah seorang siswa laki-laki berusia 10 tahun bernama Tubagus Muhammad. Anak itu meninggal di tempat kejadian karena luka berat di kepala. Korban kedua adalah Dewi Handayani, seorang pedagang takoyaki yang biasa berjualan di depan sekolah untuk menghidupi dua anaknya. Dewi sempat dirawat di RSUD Berkah Pandeglang, namun kondisi kritisnya memburuk sehingga ia menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 14.00 WIB.
Selain dua korban meninggal, delapan orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian di antaranya membutuhkan perawatan lanjutan. Mereka termasuk beberapa siswa yang mengalami luka memar, tergores, serta seorang ibu yang terjatuh karena terdesak. Semua korban luka segera dibawa ke RSUD Berkah untuk penanganan medis.
- Tubagus Muhammad – siswa SD Sukaratu 5, 10 tahun, meninggal di lokasi.
- Dewi Handayani – pedagang takoyaki, berusia 34 tahun, meninggal di rumah sakit.
- 8 korban luka – termasuk siswa, orang tua, dan pedagang lain.
Polres Pandeglang melalui Kasat Lantas AKP Surya Muhammad mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung. Sementara itu, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, telah menindaklanjuti kejadian dengan menjenguk para korban di rumah sakit dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menanggung seluruh biaya pengobatan serta pemulangan jenazah.
Dalam pernyataan resminya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sosial kepada keluarga korban, terutama kepada orang tua Tubagus Muhammad dan keluarga Dewi Handayani yang kini kehilangan sumber penghasilan utama. Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam serta meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersikap empatik dan membantu proses pemulihan.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti mengapa mobil dinas melaju dengan kecepatan tinggi pada saat itu. Ada dugaan bahwa pengemudi sedang terburu‑buru menyelesaikan tugas resmi, namun belum ada hasil resmi tentang kelalaian atau pelanggaran lalu lintas yang terjadi.
Kejadian ini memicu perdebatan publik mengenai keselamatan anak di lingkungan sekolah, terutama di wilayah yang padat penduduk seperti Pandeglang. Beberapa organisasi non‑pemerintah menuntut penambahan fasilitas penyeberangan yang aman, seperti zebra cross dan lampu lalu lintas, di sekitar area sekolah. Mereka juga menekankan pentingnya edukasi keselamatan jalan bagi pengemudi kendaraan dinas dan umum.
Warga setempat menyuarakan rasa duka dan kemarahan mereka melalui media sosial. Salah satu warga, Endang, ketua RT di perumahan Ciputri, mengingat Dewi sebagai sosok yang baik dan ramah, serta mengungkapkan kepedihan atas kehilangan seorang ibu yang baru saja pindah dari Jakarta untuk mencari nafkah. “Dewi selalu tersenyum meski berjualan di pinggir jalan, ia sangat berdedikasi untuk anak‑nya,” ujar Endang.
Sementara itu, pihak sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk meningkatkan pengawasan di area masuk‑keluar sekolah. Kepala Sekolah SD Sukaratu 5, Ibu Siti Nurhaliza, menegaskan bahwa sekolah akan menambah petugas keamanan pada jam istirahat dan menjajaki kerja sama dengan kepolisian untuk patroli rutin.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penegakan aturan lalu lintas dan penyediaan infrastruktur yang memadai di sekitar institusi pendidikan. Diharapkan, langkah‑langkah perbaikan yang diusulkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.