Paspoortgate Mengguncang Eredivisie: Dean James dan Ancaman Pengulangan 133 Laga
Berita Pilihan 02 Mei 2026 – Kasus paspor yang melibatkan pemain Timnas Indonesia, Dean James, telah menimbulkan gelombang kontroversi di liga teratas Belanda, Eredivisie. Perselisihan dimulai ketika NAC Breda mengajukan protes resmi terhadap pertandingan pada 15 Maret 2026, ketika Go Ahead Eagles mengalahkan mereka dengan skor 6-0. NAC menilai bahwa Dean James, yang pada saat itu bermain sebagai bek kiri, tidak memenuhi persyaratan administratif untuk tampil karena status kewarganegaraannya dipertanyakan.
Dean James, lahir di Belanda dan kemudian mengajukan naturalisasi menjadi warga negara Indonesia, dianggap oleh NAC tidak memiliki izin kerja yang sah. Menurut regulasi KNKNB, pemain yang bukan warga Uni Eropa harus memiliki izin kerja serta gaji minimum yang ditetapkan, yakni di atas 600 ribu euro per tahun. NAC berargumen bahwa gaji James berada di bawah ambang tersebut, sehingga penampilannya dianggap melanggar aturan.
KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda) menanggapi bahwa baik klub maupun pemain tidak menyadari pelanggaran tersebut pada saat pertandingan berlangsung. Oleh karena itu, federasi memutuskan tidak memberikan sanksi kepada Go Ahead Eagles maupun Dean James. Keputusan ini memicu kemarahan NAC Breda yang kemudian menggugat KNVB ke pengadilan, menuntut agar hasil pertandingan diulang.
Jika gugatan NAC berhasil, konsekuensinya dapat meluas jauh melampaui satu laga. Pengacara tim NAC, Tim Wilms, menyebutkan bahwa setidaknya 133 pertandingan di musim 2025/26 melibatkan pemain yang statusnya dipertanyakan, termasuk pemain keturunan Suriname dan negara lainnya. Pengulangan sebanyak itu dapat mengganggu jadwal liga, menimbulkan kekacauan logistik, dan berpotensi membuat seluruh kompetisi dibatalkan.
Beberapa klub besar, seperti Ajax Amsterdam, Feyenoord, Telstar, FC Volendam, dan Heracles Almelo, telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengikuti jejak NAC jika keputusan pengadilan menguntungkan. Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, memperingatkan bahwa situasi ini dapat berkembang menjadi “efek bola salju” yang mengancam keberlangsungan kompetisi.
Berikut adalah rangkuman fakta utama terkait kasus ini:
- Dean James tampil sebagai starter pada 15 Maret 2026 ketika Go Ahead Eagles mengalahkan NAC Breda 6-0.
- NAC Breda menilai James tidak memiliki izin kerja dan gaji di bawah standar pemain non-Uni Eropa.
- KNVB memutuskan tidak menjatuhkan sanksi karena tidak ada niat curang dari klub atau pemain.
- NAC Breda mengajukan gugatan ke pengadilan Utrecht, menuntut pengulangan hasil pertandingan.
- Jika keputusan mendukung NAC, setidaknya 133 laga Eredivisie berpotensi harus diulang.
- Klub-klub lain siap mengajukan gugatan serupa, mengancam kelangsungan musim.
Para pemain lain yang beredar dalam polemik serupa, seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe‑A‑On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen), menyatakan ketidaktahuan mereka atas masalah administratif ini. Mereka menegaskan fokus utama mereka adalah bermain untuk negara masing‑masing, bukan terlibat dalam sengketa paspor.
Pengadilan dijadwalkan mengeluarkan keputusan pada awal Mei 2026. Jika keputusan menguatkan posisi NAC, KNVB harus menyiapkan mekanisme pengulangan pertandingan yang melibatkan lebih dari seratus tim, menambah beban fisik pemain serta mengubah klasemen secara signifikan. Sebaliknya, keputusan menolak gugatan akan menjaga kelanjutan liga, namun menimbulkan pertanyaan tentang transparansi regulasi pemain asing di Belanda.
Kasus ini menyoroti kompleksitas hukum kewarganegaraan ganda, terutama bagi pemain yang memilih naturalisasi demi memperkuat tim nasional. Belanda tidak mengizinkan kewarganegaraan ganda secara otomatis; pemain yang mengambil paspor lain biasanya kehilangan paspor Belanda. Hal ini menimbulkan tantangan bagi klub yang harus memastikan semua dokumen pemain lengkap sebelum menurunkan mereka ke lapangan.
Sejauh ini, Dean James belum memberikan komentar resmi mengenai keputusan pengadilan, namun ia menyatakan bahwa ia hanya ingin berkontribusi bagi Timnas Indonesia dan klubnya. Sementara itu, para pengamat sepak bola menilai bahwa kasus Paspoortgate dapat menjadi preseden penting bagi regulasi pemain naturalisasi di seluruh Eropa.
Situasi ini masih berkembang, dan semua mata kini tertuju pada keputusan pengadilan yang akan menentukan nasib Eredivisie musim ini.