Persela Lamongan Dihantui Ancaman Eksklusi ISL: DPR Tekan BOPI Selesaikan Persyaratan
Berita Pilihan 02 Mei 2026 – Persela Lamongan kembali menjadi sorotan utama dunia sepakbola Indonesia setelah Komisi Olahraga DPR menegaskan bahwa klub ini termasuk dalam enam tim berkategori D yang harus segera memenuhi persyaratan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Jika tidak, Persela berisiko dikeluarkan dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang dijadwalkan dimulai pada 4 April.
Pengumuman resmi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR, Ridwan Hisjam, menyebutkan bahwa klub-klub yang belum lolos verifikasi administrasi, keuangan, serta status atlet dan pembina harus menyelesaikannya paling lambat akhir putaran pertama liga. Enam klub tersebut meliputi Arema Cronus, Pelita Bandung Raya, Persela Lamongan, Perseru Serui, Mitra Kukar, dan Gresik United.
Situasi ini muncul di tengah persaingan sengit di BRI Super League 2025/2026, di mana Persela berjuang keras untuk mengamankan posisi aman di klasemen menengah. Pada pekan ke-31, Persela dijadwalkan menempuh laga penentu melawan Semen Padang. Kemenangan di laga itu menjadi krusial untuk menjauhkan diri dari zona degradasi, sekaligus menunjukkan komitmen klub dalam mengatasi tekanan eksternal.
Di luar tekanan administratif, Persela juga harus bersaing dengan tim-tim kuat yang tengah memperkuat skuad mereka menjelang penutupan musim. Tim-tim seperti Dewa United, yang tengah merotasi pemain untuk mengoptimalkan performa di kandang, dan PSBS yang terus menebar strategi defensif, menambah tantangan bagi Persela. Meskipun demikian, manajemen Persela berjanji akan melakukan langkah-langkah cepat untuk memenuhi semua persyaratan BOPI, termasuk audit keuangan dan verifikasi kontrak pemain.
Berikut adalah poin-poin utama yang harus dipenuhi Persela Lamongan:
- Penyerahan laporan keuangan yang transparan dan terverifikasi.
- Pengesahan status kontrak pemain dan pelatih sesuai regulasi PSSI.
- Penyelesaian kewajiban hutang kepada pemain, staf, dan pihak ketiga.
- Pengajuan dokumen legalitas klub kepada BOPI dalam jangka waktu yang ditetapkan.
Kegagalan memenuhi salah satu poin di atas dapat berakibat pada penangguhan partisipasi Persela di ISL, yang tentu akan mempengaruhi pendapatan klub, sponsor, serta dukungan suporter. Persela memiliki basis suporter yang fanatik di Lamongan, dan penurunan performa serta potensi eksklusi dapat menurunkan moral mereka.
Di sisi lain, persaingan promosi ke Liga 1 semakin memanas. PSS Sleman, yang didukung oleh Sultan Hamengku Buwono X, tengah berada di puncak klasemen Grup Timur Championship 2025/2026 dengan 53 poin. PSS menargetkan kemenangan melawan PSIS Semarang untuk mengamankan tiket promosi. Jika PSS berhasil, mereka akan menjadi satu-satunya perwakilan DIY di Liga 1, menambah tekanan pada Persela yang berjuang menghindari degradasi.
Selain itu, dinamika politik sepakbola juga turut memengaruhi situasi. DPR menegaskan pentingnya integritas kompetisi dengan menuntut klub-klub D kategori untuk memperbaiki tata kelola mereka. Hal ini sejalan dengan upaya PSSI dan BOPI dalam meningkatkan kualitas kompetisi nasional, mengingat ISL menjadi ajang utama bagi pengembangan bakat lokal dan menarik minat sponsor serta penonton.
Manajer Persela, dalam konferensi pers singkat, mengungkapkan optimisme bahwa klub dapat menyelesaikan semua persyaratan tepat waktu. “Kami sedang bekerja sama dengan konsultan keuangan dan hukum untuk mempercepat proses verifikasi. Kami tidak ingin mengorbankan prestasi di lapangan demi masalah administratif,” ujarnya.
Jika Persela berhasil memenuhi persyaratan BOPI dan menghindari eksklusi, fokus utama klub tetap pada pertandingan-pertandingan krusial di sisa musim. Dengan dukungan suporter dan strategi permainan yang mengandalkan kecepatan serta serangan balik, Persela berharap dapat mempertahankan posisi di atas zona degradasi.
Keberhasilan atau kegagalan Persela Lamongan dalam menghadapi tantangan ini tidak hanya akan memengaruhi nasib klub, tetapi juga memberikan sinyal penting bagi seluruh ekosistem sepakbola Indonesia tentang pentingnya tata kelola yang profesional dan transparan.