Berita Pilihan

Michael Olise: Bintang Bayern yang Tolak Nigeria dan Siap Menjadi Legenda Dunia

admin ·

Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Michael Olise kini menjadi sorotan utama dunia sepak bola setelah menorehkan prestasi gemilang bersama Bayern Munich serta menegaskan keputusan pentingnya untuk menolak panggilan tim nasional Nigeria. Keputusan itu, yang diungkap oleh mantan pelatih Super Eagles Gernot Rohr, menandai titik balik karier si pemain berusia 24 tahun, yang kini dipandang sebagai salah satu winger paling produktif di tingkat klub dan internasional.

Awal karier Olise dimulai di akademi Inggris, melewati Chelsea, Arsenal, dan Manchester City sebelum menemukan pijakan profesional di Reading. Di sana, ia meraih penghargaan Pemain Muda Liga Inggris pada 2021, yang membuka pintu bagi transfer ke Crystal Palace. Penampilan impresifnya di Premier League menarik perhatian Bayern Munich, yang pada 2024 resmi mengontrak pemain berusia 20 tahun dengan nilai transfer sekitar €52 juta.

Baca juga:

Sejak bergabung dengan klub raksasa Jerman, Olise telah mengukir rekor statistik yang menakjubkan. Pada musim 2025/26, ia mencatat 26 assist di semua kompetisi, memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim Bundesliga. Selain itu, ia mencetak lebih dari 20 gol, menjadikannya pemain dengan kontribusi gol dan assist tertinggi di liga tersebut. Statistik tersebut menempatkannya di antara nama‑nama besar seperti Kevin De Bruyne dan Thomas Müller.

  • Assist: 26 (semua kompetisi)
  • Gol: 21 (Bundesliga & kompetisi Eropa)
  • Penampilan: 34 (musim 2025/26)

Keberhasilan Olise tidak hanya terbatas pada angka. Ia berperan penting dalam membantu Bayern Munich meraih gelar Bundesliga kedua secara berurutan dan menembus semifinal Liga Champions, meski harus menelan kekalahan tipis 5‑4 melawan Paris Saint‑Germain pada leg pertama. Penampilannya yang menonjol di panggung Eropa semakin mengukuhkan posisinya sebagai kandidat kuat Ballon d’Or 2026.

Sementara banyak klub Premier League, termasuk Liverpool, dikabarkan berminat mengamankan jasa Olise, mantan striker Prancis Louis Saha berpendapat bahwa langkah selanjutnya pemain ini mungkin mengarah ke Spanyol. Saha menilai bahwa setelah merasakan kesuksesan di Jerman, Olise dapat mengejar tantangan baru di La Liga, mengingat ada beberapa klub besar yang siap menawarkan kontrak menggiurkan.

Baca juga:

Keputusan Olise untuk menolak Nigeria bukan tanpa alasan. Gernot Rohr mengingat kembali momen 2019, ketika timnya berusaha merekrut pemain muda itu. Menurut Rohr, Olise sudah memiliki ambisi besar untuk bermain di klub Eropa teratas, sehingga menolak tawaran Nigeria yang pada saat itu masih berada di fase kualifikasi AFCON. Pilihan tersebut terbukti tepat ketika Olise kemudian memutuskan beralih ke skuad internasional Prancis, membuat debut senior pada 2024 dan berkontribusi pada perak Olimpiade Paris 2024.

Keputusan internasional tersebut juga memberi Olise kesempatan untuk tampil di panggung terbesar, termasuk Piala Dunia 2026 bersama Prancis. Dengan kombinasi kecepatan, teknik dribel, dan visi permainan yang tajam, ia menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan, baik di liga domestik maupun kompetisi antar klub.

Di luar lapangan, Olise menjadi ikon fashion dan budaya pop, sering muncul dalam kampanye merek global serta menjadi inspirasi bagi generasi muda dengan latar belakang multikultural. Kepribadiannya yang tenang namun berani mengambil keputusan strategis membuatnya dihormati oleh rekan satu tim dan pelatih.

Baca juga:

Secara keseluruhan, perjalanan Michael Olise dari akademi Inggris hingga puncak Bayern Munich menunjukkan betapa pentingnya keputusan karier yang tepat. Menolak Nigeria, memilih Prancis, dan beradaptasi dengan taktik Bayern telah menghasilkan kombinasi statistik “crazy” yang sulit ditandingi. Jika tren ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan ia akan menambah koleksi trofi pribadi, termasuk Ballon d’Or, serta menjadi legenda yang dikenang oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia.