Transformasi Besar Danareksa dan Komitmen Kereta Api Aman: Dony Oskaria Pimpin Langkah Strategis BUMN
Berita Pilihan 30 April 2026 – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, memimpin dua inisiatif strategis yang sekaligus menegaskan peran sentral BUMN dalam mengoptimalkan aset negara dan memperkuat layanan publik. Pada hari Selasa (28 April 2026), ia mengumumkan restrukturisasi besar-besaran PT Danareksa (Persero) menjadi entitas pengelola aset (asset management) dengan target dana kelolaan mencapai Rp185 triliun.
Restrukturisasi ini melibatkan pemisahan (spin‑off) seluruh unit usaha yang tidak selaras dengan fokus utama pengelolaan aset, termasuk kawasan industri, konstruksi, clearing house, dan layanan keuangan lainnya. Unit‑unit tersebut akan dialihkan ke holding sektoral masing‑masing sesuai kompetensi intinya. Dalam rangka mengkonsolidasikan kekuatan, empat manajer investasi (MI) milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) – yaitu Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi, BTN Manajemen Investasi, dan Bank Negara Indonesia Manajemen Investasi – akan digabungkan ke dalam struktur Danareksa yang baru.
“Danareksa tidak lagi menjadi holding multi‑sektor, melainkan asset manager nomor dua terbesar di Indonesia. Dengan integrasi MI Himbara, total dana kelolaan diproyeksikan mencapai Rp185 triliun,” ujar Dony Oskaria dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta. Ia menambahkan bahwa proses spin‑off diperkirakan selesai pada pertengahan Mei, dengan pengumuman resmi hasil konsolidasi dijadwalkan pada 10 Mei 2026.
Transformasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, serta memaksimalkan nilai aset negara secara profesional. Pemerintah menaruh harapan besar bahwa Danareksa yang terfokus pada manajemen aset akan lebih responsif terhadap dinamika pasar modal dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak hanya fokus pada sektor keuangan, Dony Oskaria juga menaruh perhatian pada transportasi publik. Pada Rabu (29 April 2026), setelah menghadiri groundbreaking proyek hilirisasi fase II di Cilacap, ia melakukan perjalanan kembali ke Jakarta menggunakan kereta api jarak jauh. Selama perjalanan, ia melakukan inspeksi mendadak terhadap fasilitas kereta, meninjau aspek kebersihan, kenyamanan, serta standar keselamatan.
Inspeksi ini dilakukan di tengah tragedi kecelakaan maut yang menimpa Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang menewaskan 16 orang. Dony menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dengan memastikan layanan kereta api tetap aman, nyaman, dan andal. “Kereta api menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota. Untuk itu, layanan yang dihadirkan senantiasa aman, nyaman, andal dan terus meningkat,” tegasnya.
BP BUMN bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen memperkuat standar pelayanan dan keselamatan. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta melaporkan bahwa operasional kereta kembali normal setelah kecelakaan, dengan 68 perjalanan reguler dan tambahan layanan selama libur Hari Buruh.
Berikut rangkuman langkah utama yang diambil:
- Restrukturisasi Danareksa menjadi asset manager dengan target dana kelolaan Rp185 triliun.
- Spin‑off unit non‑core dan konsolidasi empat MI Himbara ke dalam Danareksa.
- Peninjauan langsung layanan kereta api oleh Dony Oskaria untuk memastikan keamanan pasca‑kecelakaan.
- Komitmen BP BUMN dan KAI memperkuat standar keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Dengan dua agenda strategis ini, Dony Oskaria menunjukkan pendekatan holistik dalam mengelola aset negara sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Keberhasilan restrukturisasi Danareksa diharapkan dapat menjadi contoh bagi BUMN lain dalam mengoptimalkan peran mereka di sektor keuangan, sementara inspeksi kereta api menegaskan pentingnya keselamatan transportasi massa sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menandai fase baru bagi BP BUMN dalam menegakkan efisiensi, profesionalisme, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Jika dilaksanakan sesuai rencana, Danareksa akan bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam manajemen aset, sementara layanan kereta api akan menjadi lebih aman dan nyaman bagi jutaan penumpang Indonesia.