Thomas Cup 2026: Tim Thomas Indonesia Tersingkir Dini Usai Kalah Telak 1-4 dari Prancis, Uber Berebut Puncak Grup
Berita Pilihan 30 April 2026 – Pada laga penentuan Grup D Thomas-Uber Cup Finals 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark, Tim Thomas Indonesia mengalami kekalahan telak 1-4 dari tim Prancis. Kekalahan ini menutup harapan Indonesia melaju ke perempat final dan menandai kegagalan pertama dalam sejarah Indonesia sejak debut di Piala Thomas pada tahun 1958.
Grup D terdiri atas Prancis, Thailand, Aljazair, dan Indonesia. Indonesia memulai fase grup dengan kemenangan tipis 3-2 atas Thailand, namun posisi tersebut tidak cukup untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Thailand kemudian mengalahkan Prancis 4-1 dan melaju sebagai juara grup, sementara Prancis tetap menjadi runner‑up berkat kemenangan 1-4 atas Indonesia. Aljazair menempati posisi keempat.
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyampaikan permohonan maaf resmi atas hasil yang mengecewakan. Ia mengakui keunggulan taktik Prancis yang menampilkan fleksibilitas tinggi lewat duo bersaudara Popov, mampu bermain baik di sektor tunggal maupun ganda. Menurut Eng Hian, Indonesia memiliki peluang mencuri poin melalui Anthony Sinisuka Ginting, namun pemain tersebut mengalami kram setelah terjatuh pada pertandingan krusial, sehingga kehilangan poin penting melawan Toma Junior Popov dengan skor 20-22.
Kapten tim, Fajar Alfian, bersama pasangan Muhammad Shohibul Fikri berhasil meraih satu-satunya poin bagi Indonesia dengan mengalahkan Popov bersaudara pada rubber game. “Kami sudah berusaha maksimal, tetapi performa belum optimal. Ini menjadi pelajaran berharga untuk ke depan,” ujar Alfian dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Pengamat bulu tangkis nasional Daryadi menilai bahwa grup D merupakan “grup neraka” sejak undian awal. Ia menyoroti ketidakseimbangan regenerasi di sektor tunggal Indonesia, di mana generasi senior seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting belum dibarengi oleh pemain muda yang siap bersaing. “Jarak antara generasi senior dan pemain muda hampir 10 tahun, sehingga Indonesia terlalu bergantung pada pemain veteran,” kata Daryadi.
Di sektor ganda putra, pasangan Sabar/Reza yang secara peringkat lebih unggul gagal menampilkan permainan maksimal. Tekanan mental menjadi faktor utama ketika tim sudah tertinggal 0-3, mengakibatkan banyak kesalahan tidak dipaksa. Daryadi menambahkan, “Kualitas mereka seharusnya bisa menang, tetapi faktor mental dan tekanan tim beregu menghambat performa mereka.”
- Kekurangan regenerasi pemain tunggal putra.
- Masalah kesiapan fisik pemain senior pada laga krusial.
- Tekanan mental pada sektor ganda putra.
- Kebutuhan evaluasi strategi pelatih dan inovasi taktik.
- Fokus pada konsistensi performa di fase grup.
Sementara itu, tim Uber yang berada di grup yang sama juga bersaing ketat untuk merebut posisi teratas. Prancis menempati puncak grup Uber, sementara Thailand dan Aljazair masih berjuang mengumpulkan poin. Pertarungan antara tim-tim tersebut diprediksi akan menentukan siapa yang akan melaju ke fase knockout.
Evaluasi menyeluruh kini menjadi agenda utama PBSI. Fokus pada peningkatan kebugaran, konsistensi mental, dan pembenahan struktur regenerasi diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Indonesia di ajang beregu paling bergengsi ini. Dengan target dua emas Olimpiade 2028, komite menekankan pentingnya perubahan cepat agar Tim Thomas kembali kompetitif pada kompetisi selanjutnya.