Berita Pilihan

Shi Yuqi Tinggalkan Thomas Cup: Dampak Pada China, India, dan Sistem Skor 15‑Point BWF

admin ·
Shi Yuqi Tinggalkan Thomas Cup: Dampak Pada China, India, dan Sistem Skor 15‑Point BWF

Berita Pilihan 29 April 2026 – Petaling Jaya – Ketidakhadiran pemain unggulan China, Shi Yuqi, menjadi sorotan utama menjelang laga akhir Grup A Thomas Cup antara China dan India. Shi, yang memegang peringkat dunia nomor satu, terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan melawan Kanada pada Senin karena mengalami gastroenteritis akut. Kondisi tersebut diperkirakan memerlukan beberapa hari pemulihan sebelum ia dapat kembali berkompetisi pada level penuh.

Kehilangan Shi Yuqi memberi sinyal potensial bagi India untuk mengurangi jarak dengan tim raksasa badminton tersebut. Namun, pelatih tim China menegaskan bahwa kedalaman skuad mereka tetap kuat. Li Shifeng, pemain tunggal putra kedua China, siap menggantikan Shi di nomor pertama melawan Lakshya Sen, peraih peringkat dunia nomor tujuh yang baru-baru ini mengalahkan Shi serta Shifeng pada All‑England 2024.

Baca juga:

Berikut adalah susunan tim yang diperkirakan akan bertanding pada hari ini:

  • Li Shifeng vs Lakshya Sen
  • Weng Hongyang vs Ayush Shetty
  • Lu Guangzu vs K. Srikanth
  • Liang Weikeng / Wang Chang vs Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty
  • He Jiting / Ren Xiangyu vs Hariharan Amsakarunan / M.R. Arjun

Sementara itu, fokus internasional kini beralih pada pernyataan Shi Yuqi terkait sistem skor baru yang akan diterapkan BWF mulai Januari 2028. Sistem 15‑point, yang menggantikan format 21‑point tradisional, dirancang untuk memperpendek durasi pertandingan dan meningkatkan intensitas taktik. Shi mengakui bahwa perubahan ini menuntut penyesuaian mental dan fisik yang signifikan.

“Pertandingan yang lebih pendek mengurangi beban fisik, tetapi tekanan dari lawan, terutama pemain muda, akan menjadi lebih kuat,” ujar Shi dalam konferensi pers virtual. Ia menambahkan bahwa konsentrasi sejak awal harus maksimal karena tidak ada lagi ruang untuk memperbaiki kesalahan dalam permainan panjang.

Baca juga:

Reaksi pemain lain pun beragam. Mantan juara dunia Lee Chong Wei mengkritik perubahan tersebut, mengkhawatirkan bahwa format baru dapat memperpanjang karier pemain veteran sekaligus menutup peluang pemain muda. Sebaliknya, Zheng Siwei, juara ganda campuran Paris 2024, berpendapat bahwa sistem 15‑point dapat memunculkan gaya permainan dan taktik baru, serta membuka peluang kejutan bagi pemain yang belum terkenal.

Dalam konteks Thomas Cup, ketidakhadiran Shi menambah beban pada Li Shifeng, yang harus menanggung tekanan ekstra melawan lawan tangguh India. Namun, pelatih China menegaskan bahwa tim mereka memiliki cadangan yang cukup untuk mengatasi situasi ini. “Meskipun Shi tidak bermain, kami tidak merasa cemas karena tim memiliki banyak pemain kuat,” kata Li Shifeng.

India, di sisi lain, melihat peluang emas untuk mengukir sejarah. Lakshya Sen, yang baru saja menunjukkan performa gemilang melawan pemain China, berharap dapat memanfaatkan kerentanan lawan. “Kami siap menghadapi tantangan apa pun. Jika Shi tidak bermain, itu menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan kemampuan kami,” ujar Lakshya dalam wawancara pra‑pertandingan.

Baca juga:

Thomas Cup 2026 di Horsens, Denmark, tidak hanya menjadi ajang persaingan antarnegara, tetapi juga laboratorium uji coba bagi perubahan regulasi BWF. Pengaruh sistem 15‑point terhadap taktik tim, manajemen stamina, dan dinamika mental akan menjadi bahan analisis penting bagi pelatih dan pemain di seluruh dunia.

Jika Shi Yuqi kembali dalam kondisi optimal menjelang fase knockout, China tetap menjadi favorit kuat. Namun, ketidakhadirannya pada fase grup membuka celah bagi India untuk memperkecil selisih poin, yang pada gilirannya dapat memengaruhi moral tim China menjelang pertandingan penting berikutnya.

Terlepas dari hasil akhir, pertandingan ini menegaskan betapa pentingnya kedalaman skuad dan kemampuan beradaptasi dengan regulasi baru dalam era badminton modern. Penggemar di seluruh dunia menantikan perkembangan selanjutnya, baik di panggung Thomas Cup maupun dalam implementasi sistem skor 15‑point yang diprediksi akan mengubah wajah olahraga ini dalam beberapa tahun ke depan.