Cahya Supriadi Angkat Nama, Kiper PSIM Jogja Masuk Timnas Indonesia untuk TC Mei 2026
Berita Pilihan 29 April 2026 – Di tengah persiapan Piala AFF 2026, kiper muda berusia 23 tahun asal PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, berhasil menembus daftar 23 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk pemusatan latihan (training camp) pada 26-30 Mei 2026. Kehadirannya menandai perubahan signifikan dalam hierarki penjaga gawang Tim Nasional Indonesia, dimana ia secara efektif menyalip Ernando Ari, mantan kiper utama era Shin Tae‑yong.
Ernando Ari, yang pernah mencatatkan 13 caps sejak debut pada 2021, belum kembali dipanggil sejak Herdman mengumumkan dua kali Garuda Calling pada 2026. Cedera engkel yang dialami pemain berusia 24 tahun itu menjadi salah satu faktor yang memperlemah posisinya. Sementara itu, Cahya Supriadi tampil konsisten di BRI Super League 2025/2026 bersama PSIM Jogja, mencatatkan 23 penampilan, 27 kebobolan, dan tujuh clean sheet. Statistik tersebut menjadi bukti kualitasnya dan alasan utama Herdman menambah namanya ke skuad.
Panggilan Herdman kali ini tidak hanya melibatkan tiga penjaga gawang lokal, melainkan juga dua naturalisasi, Maarten Paes dan Emil Audero Mulyadi, serta dua pelapis Nadeo Argawinata dan Muhammad Riyandi. Daftar lengkap penjaga gawang yang dipanggil adalah:
- Cahya Supriadi – PSIM Jogja
- Nadeo Argawinata – Borneo FC
- Muhammad Riyandi – Persis Solo
Selain kiper, 20 pemain lapangan juga dipanggil, mayoritas berasal dari kompetisi domestik. Hanya satu pemain yang berkarier di luar negeri, Marselino Ferdinan (AS Trencin, Slovakia), yang masuk dalam skuad. Pilihan ini mencerminkan kebijakan Herdman yang menekankan pemantauan intensif pada pertandingan liga domestik untuk memberi peluang kepada pemain lokal menunjukkan kemampuan.
Pengamat sepak bola nasional, Aris Budi Sulistyo, menilai bahwa pemanggilan pemain lokal seperti Cahya Supriadi merupakan “kesempatan emas” untuk mengukir tempat di timnas senior. Menurutnya, ketergantungan pada pemain berbasis Eropa selama ini mulai berkurang, dan performa di level klub menjadi kriteria utama dalam seleksi. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan resmi PSSI yang menegaskan bahwa training camp akan menjadi ajang evaluasi intensif menjelang FIFA Matchday Juni 2026 serta Piala AFF 2026.
Berikut rangkuman statistik kinerja Cahya Supriadi di musim 2025/2026:
| Statistik | Jumlah |
|---|---|
| Pertandingan Dibuka | 23 |
| Kebobolan | 27 |
| Clean Sheet | 7 |
Statistik tersebut menempatkan Cahya Supriadi di antara kiper yang paling andal secara konsisten dalam liga, sekaligus memberikan kepercayaan kepada pelatih untuk menguji kemampuan mental dan teknisnya di level internasional.
Pelatihan intensif yang direncanakan selama lima hari akan meliputi sesi taktik, latihan fisik, serta pertandingan internal. Jika Cahya Supriadi mampu menunjukkan performa yang meyakinkan, peluangnya untuk masuk ke dalam skuad akhir Piala AFF 2026 menjadi sangat besar, sekaligus menandai era baru bagi kiper muda Indonesia di panggung regional.
Secara keseluruhan, pemanggilan Cahya Supriadi menegaskan arah baru yang diambil oleh John Herdman: mempercayakan talenta domestik untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh pemain senior yang menua atau mengalami cedera. Langkah ini tidak hanya memperkuat depth squad, tetapi juga memberikan motivasi bagi pemain Super League lainnya untuk meningkatkan standar permainan mereka.