Akses Raudhah Gratis, Lansia & Kendala Teknis: Fakta Lengkap Jemaah Haji 2026 di Madinah
Berita Pilihan 29 April 2026 – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi bagi jemaah haji tidak dipungut biaya apapun. Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman, menambahkan bahwa siapa pun yang mencoba mengambil uang dengan modus percepatan atau bantuan masuk harus segera dilaporkan ke petugas sektor khusus Nabawi.
Skema izin atau tasreh telah dirancang untuk menampung seluruh jemaah haji yang memiliki hak masuk ke Raudhah. Hingga kini tercatat 18.682 jemaah yang sudah mengantongi izin, sementara sekitar 10.000 masih dalam proses pengajuan melalui aplikasi berbasis web Nusuk. Negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berhasil menaikkan batas usia maksimal dari 41 menjadi 60 tahun, memungkinkan lebih banyak lansia menunaikan ibadah.
Untuk mengoptimalkan kuota, PPIH menerapkan mekanisme subsidi silang: jemaah muda yang terampil teknologi didorong mendaftar mandiri, sehingga kuota tasreh kolektif dapat dialihkan sepenuhnya bagi lansia di atas 60 tahun. Sistem barcode tasreh kolektif dikelola ketat oleh Sektor Khusus Nabawi, yang mengatur jemaah dalam kelompok besar sesuai kuota yang tertera, mencegah terbuangnya kuota saat pemeriksaan pintu masuk.
Di sisi logistik, banyak jemaah haji yang memilih mengirim oleh-oleh lebih awal ke Indonesia melalui layanan kargo Pos Indonesia. Contohnya, Astuti dari Pinrang menghabiskan lebih dari Rp 9 juta untuk barang‑barang khas Arab Saudi, menghindari beban koper saat melanjutkan ibadah di Makkah. Pengiriman barang ini dinilai praktis dan mengurangi kerepotan selama fase ibadah.
Pada tanggal 28 April 2026, sebuah kloter jemaah asal Surabaya yang berjumlah 380 orang mengalami gangguan teknis di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Masalah pada sistem hidrolik roda mengharuskan pesawat melakukan pendaratan darurat dan perbaikan selama 24 jam. Selama penundaan, jemaah dievakuasi ke hotel‑hotel terdekat dan diberikan akomodasi serta konsumsi oleh maskapai Saudi Airlines.
Setelah perbaikan, semua jemaah haji tiba selamat di Madinah pada pukul 04.22 waktu setempat. Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir melaporkan bahwa hingga pukul 18.00 waktu Arab Saudi, sudah ada 113 kloter yang mendarat, berjumlah 43.812 jemaah. Dari total tersebut, 9.206 adalah lansia, sekitar 20 persen dari keseluruhan jemaah haji.
Kondisi kesehatan menjadi tantangan utama. Banyak lansia mengalami dehidrasi, kelelahan, bahkan gejala demensia ringan setelah perjalanan panjang. Petugas menekankan pentingnya asupan cairan yang cukup dan penggunaan perlengkapan medis seperti popok untuk kenyamanan selama penerbangan.
Berikut rangkuman data kedatangan dan layanan khusus:
- Jumlah total jemaah haji yang tiba: 43.812 orang
- Lansia (≥60 tahun): 9.206 orang
- Kapasitas kuota Raudhah yang terpakai: 150 orang per barcode
- Usia maksimal izin masuk Raudhah: 60 tahun
- Layanan kargo untuk oleh‑oleh: dikelola oleh Pos Indonesia
Dengan kombinasi kebijakan akses gratis ke Raudhah, peningkatan batas usia, serta penanganan teknis dan logistik yang terkoordinasi, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berupaya memastikan pelaksanaan ibadah jemaah haji tahun ini berjalan lancar dan aman.
Semua pihak diharapkan tetap waspada terhadap praktik pungutan ilegal dan melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan agar pengalaman spiritual di Tanah Suci tetap bersih dari komersialisasi.