Berita Pilihan

Penangkapan KKB di Timika: DPO TJ Ditangkap Satgas ODC, Membawa Kepastian Hukum bagi Korban Penembakan

admin ·
Penangkapan KKB di Timika: DPO TJ Ditangkap Satgas ODC, Membawa Kepastian Hukum bagi Korban Penembakan

Berita Pilihan 27 April 2026 – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) berhasil menindak satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Pada Minggu, 26 April 2026, identitas pelaku yang berinisial TJ alias K atau AW berhasil diungkap dan diamankan di wilayah SP 2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Penangkapan ini menjadi sorotan utama karena TJ sebelumnya terlibat dalam aksi penembakan warga sipil yang menewaskan satu korban di Puncak Jaya.

Menurut keterangan Irjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, penangkapan TJ merupakan bukti komitmen aparat dalam menegakkan hukum terhadap pelaku kekerasan bersenjata. “Penangkapan terhadap DPO ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap pelaku tindak kekerasan akan diproses secara profesional sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Baca juga:

Latar Belakang Kasus Penembakan

Kasus yang melatarbelakangi DPO TJ bermula pada 12 Februari 2026, ketika seorang warga sipil bernama Ahmad Gunawan tewas akibat tembakan di pertigaan Puskesmas Ilu, Kabupaten Puncak Jaya. Penembakan tersebut terjadi secara tiba-tiba, menimbulkan kepanikan di antara warga setempat, dan menambah ketegangan keamanan di wilayah Papua. Identitas pelaku awalnya belum terungkap, namun hasil penyelidikan mengaitkan TJ sebagai salah satu pelaku yang menembak korban.

Surat Nomor DPO/S-34/01/II/2026/Reskrim menjadi dasar hukum penetapan TJ sebagai DPO. Surat tersebut dikeluarkan oleh unit Reserse Kriminal Polri setelah mengumpulkan bukti kuat, termasuk rekaman saksi mata, jejak peluru, serta jejak digital yang mengarah pada TJ.

Proses Penangkapan

Tim Satgas ODC melakukan pemantauan intensif selama dua bulan setelah kasus penembakan. Pada akhir April, intelijen mengindikasikan bahwa TJ sedang bersembunyi di area SP 2, Mimika. Pada pukul 10.56 WIT, tim operasi melakukan penggerebekan. TJ berusaha melarikan diri ke arah hutan, namun petugas terpaksa menembak bagian kaki pelaku untuk menghentikan upaya kaburnya. Setelah penangkapan, TJ langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Timika untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum diproses lebih lanjut oleh penyidik.

Baca juga:

Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, menjelaskan bahwa penangkapan TJ dilakukan secara terukur dan profesional. “Kami melakukan tindakan tegas setelah memastikan keberadaan pelaku melalui pemantauan lapangan. Penangkapan ini tidak hanya mengamankan satu pelaku, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi seluruh elemen KKB bahwa mereka tidak dapat menghindar dari hukum,” ungkapnya.

Reaksi dan Dampak Terhadap Keamanan Lokal

Penangkapan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Timika dan sekitarnya. Warga menyatakan rasa lega karena keberadaan DPO kini berkurang, sementara aparat keamanan menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut untuk menumpas jaringan KKB yang masih aktif di wilayah Papua.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. “Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami menghimbau warga untuk memberikan informasi akurat kepada pihak berwenang,” tuturnya.

Baca juga:

Profil Pelaku dan Jejak Aktivitasnya

Penelitian internal mengungkap bahwa TJ merupakan anggota KKB yang berafiliasi dengan kelompok yang dipimpin oleh Ternus Enumbi. Kelompok ini dikenal aktif berpindah-pindah wilayah, mulai dari Puncak Jaya, Beoga, Intan Jaya, hingga Mimika, dengan tujuan menghindari pengejaran aparat dan mencari tambahan senjata serta amunisi. Aktivitas perpindahan tersebut membuat pelacakan menjadi lebih sulit, namun kerja sama intelijen lintas wilayah berhasil mengidentifikasi lokasi terakhir TJ.

Setelah penangkapan, TJ mengakui perannya dalam penembakan Ahmad Gunawan. Ia menyatakan bahwa motivasinya adalah untuk melawan aparat keamanan dan mendapatkan keuntungan material dari kegiatan kriminal. Pengakuan ini akan menjadi bahan penting dalam proses penyidikan selanjutnya.

Secara keseluruhan, Penangkapan KKB ini menegaskan kembali komitmen Satgas ODC dalam menegakkan hukum, meningkatkan rasa aman masyarakat, serta memberikan contoh konkret bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap setiap pelaku kekerasan bersenjata.