Berita Pilihan

Kepemimpinan Baru, Kemenangan Penting, dan Masa Depan Feyenoord: Apa yang Membuat Klub Rotterdam Semakin Berani?

admin ·
Kepemimpinan Baru, Kemenangan Penting, dan Masa Depan Feyenoord: Apa yang Membuat Klub Rotterdam Semakin Berani?

Berita Pilihan 26 April 2026 – Persaingan internal di dalam Feyenoord semakin memanas menjelang akhir musim Eredivisie 2025/2026. Posisi direktur utama yang kosong menimbulkan pertarungan antara faksi-faksi dalam dewan komisaris. Sementara itu, tim di lapangan terus memperkuat posisi kedua di klasemen berkat kemenangan 3-1 atas FC Groningen pada 26 April 2026.

Robert Eenhoorn, mantan direktur AZ Alkmaar, mengirimkan jawaban tegas kepada manajemen Feyenoord bahwa ia siap mengisi posisi direktur utama yang kosong. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh media Belanda dan menambah ketegangan di antara anggota dewan. Di satu sisi, Alexander van der Lely dan Rob Tromp mendukung penuh calon tersebut, sementara Eelco Blok dan Toon van Bodegom masih ragu akan kemampuan Eenhoorn mengelola klub yang tengah bertransformasi.

Baca juga:

Pengamat Feyenoord, Mikos Gouka, menilai bahwa keberadaan Eenhoorn dapat menjadi titik balik bagi klub jika didukung mayoritas komisaris. Namun, pengaruh Sjaak Troost yang meskipun secara resmi tidak lagi menjadi anggota dewan, masa jabatannya masih berlaku hingga awal 2027, memberikan bobot tersendiri melalui hubungan dengan Van Bodegom.

Di sisi lain, tekanan terhadap ketua dewan pengawas, Toon van Bodegom, semakin kuat. Pendukung klub menginginkan pengunduran dirinya setelah masa jabatan saat ini berakhir, karena dinilai terlalu mencampuri kebijakan harian klub. Namun, Van Bodegom tampaknya menargetkan masa jabatan ketiga, langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Feyenoord.

Sementara itu, di ruang ganti, pelatih Robin van Persie mengungkapkan kepuasannya atas kerja sama dengan penasihat senior Dick Advocaat, yang berusia 78 tahun. Van Persie mengatakan bahwa ia berkomunikasi setiap hari dengan Advocaat, membahas taktik, skenario pertandingan, dan solusi atas permasalahan tim. “Jika tergantung pada saya, saya sangat ingin Advocaat tetap terlibat di musim depan,” ujarnya dalam konferensi pers pasca kemenangan melawan Groningen.

Baca juga:

Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga menegaskan bahwa Feyenoord kembali menunjukkan permainan yang lebih kompak. Van Persie menilai peran Advocaat sebagai katalisator utama dalam meningkatkan konsistensi tim, meskipun Advocaat tidak duduk di bangku cadangan pada pertandingan tersebut.

Namun, tantangan belum berakhir. Musim ini, Feyenoord mengalami tingkat cedera yang tinggi, memaksa manajemen merencanakan perombakan total pada staf medis. Rencana tersebut mencakup penambahan spesialis rehabilitasi dan penerapan program pencegahan cedera modern untuk mengurangi risiko pemain kunci absen di sisa kompetisi.

Di luar negeri, kabar tentang mantan pemain Feyenoord, Giovanni van Bronckhorst, kembali muncul sebagai calon penguat staf teknis. Meskipun saat ini terikat kontrak dengan Liverpool, nama Van Bronckhorst disebut-sebut dalam diskusi internal klub sebagai opsi strategis untuk memperkuat struktur pelatih.

Baca juga:

Selain dinamika internal, Feyenoord juga menatap kompetisi selanjutnya. Jadwal penting menanti pada 3 Mei 2026, ketika mereka akan menjamu Fortuna Sittard di De Kuip. Jika hasil positif dapat dipertahankan, posisi kedua di VriendenLoterij Eredivisie tampak semakin aman, sekaligus memberi ruang bagi klub untuk berfokus pada persiapan kompetisi Eropa.

Secara keseluruhan, Feyenoord berada di persimpangan penting: kepemimpinan administratif yang masih dipertanyakan, keberhasilan taktis yang dipimpin oleh van Persie dan Advocaat, serta ambisi untuk mengukir prestasi di panggung domestik maupun internasional. Keputusan yang diambil dalam beberapa minggu ke depan akan menentukan arah klub selama beberapa tahun ke depan.

Jika klub dapat menyatukan visi antara dewan, manajemen, dan tim teknis, Feyenoord berpotensi menjadi kekuatan yang tidak hanya bersaing untuk gelar domestik, tetapi juga menorehkan jejak kuat di kompetisi Eropa.