Berita Pilihan

Drama Penalty dan Kartu Merah, PSMS Medan Gagal Menang di HUT ke-76 Saat Imbang 1-1 Lawan Adhyaksa FC

admin ·
Drama Penalty dan Kartu Merah, PSMS Medan Gagal Menang di HUT ke-76 Saat Imbang 1-1 Lawan Adhyaksa FC

Berita Pilihan 26 April 2026 – Sabtu, 25 April 2026, Stadion Utama Sumatera Utara, Medan menjadi saksi sengitnya laga penentu grup 1 Championship 2025-2026 antara PSMS Medan dan Adhyaksa FC Banten. Pertandingan yang sekaligus menjadi agenda HUT ke-76 PSMS Medan berakhir dengan skor imbang 1-1, menyisakan rasa frustrasi bagi pendukung Laskar Ayam Kinantan.

Babak pertama berlangsung intens. PSMS, yang menggelar pertandingan di kandang, menguasai penguasaan bola sejak menit pertama. Tekanan terus-menerus menghasilkan beberapa peluang, namun kiper Jefri Wibowo tetap sigap menepis tembakan berbahaya, termasuk usaha Felipe Cadenazzi pada menit ke-29 yang meleset jauh dari gawang.

Baca juga:

Usaha keras Laskar Ayam Kinantan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-44. Arif Setiawan menerima umpan pendek dari Clayton da Silva, mengelak defender lawan, lalu menembakkan tembakan terukur yang menembus jala gawang Adhyaksa. Gol tersebut mengantarkan PSMS unggul 1-0 menjelang jeda babak pertama.

Menjelang akhir babak pertama, wasit menambahkan empat menit tambahan, namun skor tetap bertahan. PSMS memasuki babak kedua dengan kepercayaan diri tinggi, meski harus menyesuaikan taktik setelah kelelahan pemain.

Pukulan keras Adhyaksa FC datang pada menit ke-50. Kiper utama PSMS, Reky Rahayu, terlibat duel keras di dalam kotak penalti. Setelah peninjauan VAR selama hampir tiga menit, wasit memberikan kartu merah langsung kepada Rahayu karena pelanggaran keras yang dianggap berbahaya. Keputusan tersebut memaksa PSMS bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-50.

Baca juga:

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, segera melakukan pergantian dengan menurunkan Clayton da Silva dan memasukkan Gundandi untuk menutup celah di lini pertahanan. Namun, keunggulan jumlah pemain lawan tidak bertahan lama. Pada menit ke-66, Razan Akbar dari Adhyaksa FC menerima kartu kuning kedua, mengakibatkan keduanya bermain dengan 10 orang.

Tekanan kembali meningkat pada menit ke-76. Wasit menandai pelanggaran di dalam kotak penalti yang dilakukan oleh pemain PSMS, memicu eksekusi penalti bagi Adhyaksa FC. Makan Konate, yang sebelumnya belum mencatatkan gol, mengeksekusi tendangan dengan tenang, menaklukkan kiper pengganti PSMS, dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah penalti, kedua tim terus berusaha mencetak gol penentu, namun pertahanan masing-masing tampil disiplin. Wasit menambahkan delapan menit waktu tambahan pada babak kedua, namun tidak ada lagi gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga:

Hasil imbang ini menempatkan PSMS Medan pada peringkat keenam klasemen sementara dengan 35 poin, sementara Adhyaksa FC tetap berada di posisi kedua dengan 48 poin. Kedua tim kini telah mengamankan posisi masing-masing untuk melanjutkan ke musim berikutnya, dengan PSMS memastikan keberadaan di Championship musim depan dan Adhyaksa berpeluang menjadi juara reguler serta lolos langsung ke Super League.

Setelah pertandingan, Eko Purdjianto mengaku kecewa namun tetap optimis. “Kami sudah berjuang maksimal, namun kartu merah pada menit penting mengubah alur permainan. Saya bangga dengan perjuangan anak asuh, meski hasil belum berpihak,” ujar sang pelatih dalam konferensi pers singkat.

Suporter PSMS yang hadir ribuan orang tetap memberikan sorakan semangat meski tim kesayangan harus puas berbagi poin. Laga ini menegaskan pentingnya disiplin dan kontrol emosional di level kompetisi tinggi, terutama dalam situasi kritis seperti peninjauan VAR dan keputusan kartu merah.