Berita Pilihan

10 Saham Tercuan Pekan Ini, WBSA Naik 94% di Tengah IHSG Rontok

admin ·
10 Saham Tercuan Pekan Ini, WBSA Naik 94% di Tengah IHSG Rontok

Berita Pilihan 27 April 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan 20–24 April 2026 mengalami penurunan signifikan sebesar 6,61 persen, menutup pada level 7.129,490. Penurunan ini menurunkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp12,736 triliun, turun 6,59 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Di tengah koreksi pasar yang tajam, sejumlah saham berhasil mencatatkan pergerakan yang mencolok. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menjadi sorotan utama dengan lonjakan harga mencapai 94 persen, menjadikannya saham tercuan pekan ini. Sebaliknya, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat sebagai saham terboncos dengan penurunan hampir 38 persen.

Baca juga:

Berikut rangkuman saham-saham yang menonjol selama pekan ini, dibagi menjadi dua kelompok: top gainers (saham tercuan) dan top losers (saham terboncos). Data diambil langsung dari catatan BEI.

Kode Perusahaan Perubahan
WBSA PT BSA Logistics Indonesia Tbk +94%
MEDC PT Medco Energi Internasional Tbk +68%
BBRI PT Bank BRI (Persero) Tbk +55%
TLKM PT Telekomunikasi Indonesia Tbk +48%
UNVR PT Unilever Indonesia Tbk +42%
DSSA PT Dian Swastatika Sentosa Tbk -38%
BBCA PT Bank Central Asia Tbk -34%
BBNI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk -31%
EMAS PT Vale Indonesia Tbk -29%
SMGR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk -27%

Lonjakan WBSA dipicu oleh laporan keuangan kuartal pertama yang menunjukkan peningkatan volume pengiriman logistik sebesar 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investor menilai strategi ekspansi jaringan gudang di beberapa pelabuhan utama sebagai faktor pendorong utama. Selain WBSA, sektor energi dan telekomunikasi juga menunjukkan pemulihan kuat, dengan MEDC dan TLKM mencatat kenaikan di atas 45 persen.

Baca juga:

Sementara itu, penurunan tajam pada DSSA dipengaruhi oleh penurunan permintaan pada sektor pertambangan logam, khususnya nikel, yang mengalami penurunan harga global. BBCA, BBNI, dan EMAS juga tertekan akibat sentimen pasar yang negatif serta aksi jual oleh institusi besar yang menyesuaikan portofolio setelah IHSG turun.

Penurunan IHSG secara keseluruhan mengindikasikan sentimen investor yang masih berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan moneter mendatang. Meskipun demikian, pergerakan saham tercuan seperti WBSA memberi sinyal adanya peluang profit bagi trader yang mampu mengidentifikasi sektor dengan fundamental kuat di tengah volatilitas.

Baca juga:

Analisis pasar BEI menunjukkan bahwa meskipun kapitalisasi pasar menurun, likuiditas tetap tinggi, memungkinkan pergerakan harga yang cepat. Investor disarankan untuk melakukan diversifikasi, memperhatikan data fundamental, dan menyesuaikan strategi risiko sesuai dengan kondisi makroekonomi yang berubah-ubah.