Berita Pilihan

Tim SAR Padang Utara Tutup Pencarian Dua Anak Hilang, Siap Buka Kembali Jika Ada Tanda

admin ·
Tim SAR Padang Utara Tutup Pencarian Dua Anak Hilang, Siap Buka Kembali Jika Ada Tanda

Berita Pilihan 25 April 2026 – Tim SAR Padang Utara resmi menutup operasi pencarian dua anak yang hilang setelah terperosok dalam sungai di wilayah Padang Utara pada akhir pekan lalu. Keputusan ini diambil setelah tim melakukan penyisiran intensif selama lebih dari tiga hari, namun tidak menemukan jejak korban.

Koordinator Tim SAR, Samsul Akmal (39), menjelaskan bahwa seluruh upaya penyelamatan telah dilakukan, mulai dari penempatan tim penyelam, penggunaan perahu penangkap arus, hingga pemindaian sonar. “Kami telah menelusuri seluruh aliran air yang berpotensi mengalirkan korban, namun hingga kini tidak ada indikasi yang dapat dipercaya,” ujar Samsul dalam konferensi pers di kantor SAR Padang.

Baca juga:

Meski operasi dihentikan, Samsul menegaskan bahwa tim tetap siap mengaktifkan kembali pencarian bila muncul informasi atau petunjuk baru dari warga atau hasil pemantauan lingkungan. “Jika ada saksi yang melihat sesuatu atau ada penemuan barang milik korban, kami akan langsung turun ke lapangan,” tambahnya.

Keputusan penutupan pencarian ini muncul bersamaan dengan temuan tengkorak manusia di Korong Lubuk Aur, Nagari Anduring, Kabupaten Padang Pariaman. Penemuan tersebut diduga merupakan salah satu dari puluhan korban hilang akibat bencana galodo (banjir bandang) yang melanda wilayah Jembatan Kembar Silaing, Padang Panjang, pada Desember 2025.

Menurut data yang disampaikan oleh Samsul, masih ada sekitar 28 korban galodo yang belum teridentifikasi. Sebagian besar berasal dari kawasan RT 20 Silaing Bawah dan area istirahat Jembatan Kembar saat peristiwa terjadi. Material lumpur, kayu, dan batu yang menutupi badan korban membuat proses penggalian menjadi sangat sulit.

Baca juga:
  • Tim SAR menelusuri aliran Batang Anai hingga ke muara laut.
  • Penggalian dilakukan secara selektif dengan bantuan tenaga ahli forensik.
  • Identifikasi korban mengandalkan uji DNA di rumah sakit Bhayangkara Padang.

Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menyatakan bahwa semua korban hilang dari wilayah Padang Pariaman telah ditemukan selama masa tanggap darurat. Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa korban dari daerah lain terbawa arus hingga mencapai Padang Pariaman.

Polisi telah mengamankan tengkorak dan bagian tubuh lain yang ditemukan oleh seorang petani saat membersihkan sawah. Benda-benda tersebut kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk pemeriksaan otopsi dan DNA. Pihak berwenang menekankan pentingnya proses identifikasi forensik sebelum mengumumkan identitas resmi korban.

Situasi di Padang Utara sendiri masih dipantau secara ketat. Curah hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang lunak meningkatkan risiko banjir bandang di masa mendatang. Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan normalisasi sungai dan perbaikan lahan pertanian untuk mencegah terulangnya bencana serupa.

Baca juga:

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian diimbau tetap waspada dan melaporkan setiap temuan atau tanda-tanda yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Kerjasama antara masyarakat, tim SAR, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam mengungkap nasib korban yang masih hilang.

Dengan penutupan sementara operasi pencarian, harapan masih terbuka bagi keluarga korban yang menanti kabar. Tim SAR Padang Utara menegaskan komitmen untuk kembali turun ke lapangan jika ada perkembangan baru.