Janice Tjen Gugur di Babak Kedua Madrid Open 2026, Tantangan Baru untuk Tenis Indonesia
Berita Pilihan 25 April 2026 – Jakarta, 25 April 2026 – Janice Tjen, pemain tunggal putri andalan Indonesia, harus mengakhiri perjuangannya pada babak kedua Madrid Open 2026 setelah tersingkir dari turnamen WTA 1000 tersebut. Pertandingan melawan unggulan ke-20, Liudmila Samsonova, berakhir dengan skor 2-6, 1-6 di Lapangan 8 La Caja Mágica, menegaskan dominasi lawan Rusia.
Awal laga menunjukkan potensi Janice untuk mengganggu ritme Samsonova. Petenis kelahiran Jakarta berhasil mencuri poin pembuka dan sempat memimpin 2-1 pada set pertama. Namun, serangan balik Samsonova yang agresif membuat Janice kehilangan momentum, dan dalam lima gim beruntun lawan berhasil menyapu bersih poinnya.
Set pertama berakhir dengan 2-6 setelah Janice tidak dapat menahan servis keras serta pukulan baseline berkecepatan tinggi dari Samsonova. Petenis Rusia mencatatkan persentase servis pertama yang tinggi, yakni 82,6 persen, serta satu ace yang menambah tekanan pada lawan. Janice, di sisi lain, banyak melakukan unforced errors yang memberi poin gratis kepada Samsonova.
Di set kedua, perbedaan kualitas permainan semakin jelas. Samsonova menampilkan tenis tanpa catatan double fault, mengkonversi tiga dari empat break point, dan mencatat 84,2 persen poin dari servis pertamanya. Janice Tjen berjuang keras, tetapi kesulitan mengatasi variasi servis dan kecepatan pukulan lawan, sehingga harus menyerah dengan skor 1-6.
Kekalahan ini menandai kali kedua Janice Tjen terhenti oleh Samsonova pada musim 2026. Pertemuan sebelumnya terjadi pada Abu Dhabi Open Februari lalu, di mana Janice juga kalah 2-6, 2-6. Hasil berulang tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Indonesia, terutama dalam menyiapkan taktik melawan pemain dengan gaya menyerang kuat.
Meskipun terhenti di nomor tunggal, Janice masih memiliki harapan di nomor ganda putri. Ia akan berpasangan dengan senior Aldila Sutjiadi, duo yang baru-baru ini berhasil melaju ke babak 16 besar setelah menumbangkan pasangan Eropa Marta Kostyuk dan Clara Tauson. Pasangan Janice/Aldila kini menanti lawan berikutnya, yakni pemenang antara duet Jepang/Taiwan (Eri Hozumi/Wu Fang-hsien) dan pasangan unggulan keenam Cristina Bucșa/Nicole Melichar-Martinez.
Penampilan Janice di Madrid Open tetap memberikan pelajaran penting. Analisis teknis mengungkap bahwa ia perlu meningkatkan konsistensi servis pertama, mengurangi jumlah unforced errors, dan memperkuat pertahanan di belakang baseline. Pelatih tim nasional berencana mengadakan sesi khusus untuk memperbaiki aspek-aspek tersebut menjelang turnamen berikutnya, termasuk US Open 2026.
Para penggemar tenis Indonesia menilai performa Janice dengan campuran rasa bangga dan kekecewaan. Sementara keberhasilannya mencapai babak kedua di turnamen WTA 1000 menunjukkan kualitas internasional, kekalahan telak melawan pemain berperingkat lebih tinggi menegaskan kesenjangan yang masih harus dijembatani. Dukungan publik diharapkan tetap kuat, mengingat Janice masih berusia 23 tahun dan berada pada fase pengembangan karier.
Ke depan, Janice Tjen dijadwalkan berpartisipasi dalam turnamen WTA 500 di Roma serta beberapa kejuaraan ITF yang dapat menambah poin ranking. Dengan fokus pada peningkatan mental dan taktik, ia berambisi kembali menembus babak 16 besar di turnamen tingkat tinggi.
Secara keseluruhan, Madrid Open 2026 menjadi ajang pembelajaran bagi Janice Tjen. Kekalahan melawan Liudmila Samsonova menegaskan kualitas lawan kelas dunia, namun semangat juangnya di nomor ganda tetap menjadi harapan bagi tenis Indonesia untuk terus bersaing di panggung internasional.