Berita Pilihan

Italia tolak Iran: Tegas Tolak Gantikan di Piala Dunia 2026, Menyebut Usulan Tidak Pantas

admin ·
Italia tolak Iran: Tegas Tolak Gantikan di Piala Dunia 2026, Menyebut Usulan Tidak Pantas

Berita Pilihan 25 April 2026 – Roma, 24 April 2026 – Pemerintah dan otoritas olahraga Italia secara tegas menolak usulan agar tim nasional mereka menggantikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini datang setelah seorang utusan khusus Amerika Serikat, Paolo Zampolli, mengemukakan gagasan tersebut kepada Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Usulan pertama kali muncul dalam konteks ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan Iran mundur dari turnamen. Namun, FIFA menegaskan bahwa Iran tetap akan berkompetisi sesuai jadwal, termasuk laga grup melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni.

Baca juga:

Reaksi resmi Italia

  • Menteri Olahraga Andrea Abodi menyatakan, “Kualifikasi ditentukan di lapangan, bukan lewat keputusan politik. Ide ini tidak mungkin dan jelas tidak pantas.”
  • Presiden Komite Olimpiade Italia Luciano Buonfiglio menambahkan, “Saya merasa tersinggung. Timnas harus mendapatkan tempatnya di Piala Dunia melalui prestasi, bukan lewat manipulasi.”
  • Menteri Keuangan Giancarlo Giorgetti menilai usulan tersebut “memalukan” dan menegaskan pentingnya integritas kompetisi.

Para pejabat menekankan bahwa Italia gagal lolos kualifikasi setelah kalah dalam babak playoff melawan Bosnia dan Herzegovina. Mereka berpendapat bahwa menerima tempat tanpa melalui proses kompetitif akan mencoreng nilai sportivitas.

Motivasi Zampolli

Paolo Zampolli, yang mengaku sebagai utusan khusus Presiden Trump, menjelaskan bahwa ide tersebut bukanlah langkah politik melainkan antisipasi jika Iran tidak dapat berpartisipasi karena situasi keamanan. Ia menuturkan, “Saya hanya memiliki mimpi untuk rakyat Italia dan komunitas Italia-Amerika. Dengan empat gelar juara dunia, Italia memiliki legitimasi historis untuk berpartisipasi.”

Baca juga:

Zampolli mengklaim telah menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Trump dan Gianni Infantino melalui wawancara dengan Financial Times. Ia juga menyinggung bahwa kehadiran “Gli Azzurri” dapat memperkuat hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Italia.

Respons Amerika Serikat

Presiden Donald Trump belum memberikan jawaban definitif, menyatakan bahwa pertanyaan tersebut menarik dan perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan tidak ada larangan bagi atlet Iran memasuki AS, namun menyiratkan kemungkinan pembatasan bagi pendamping tim.

Posisi FIFA

Baca juga:

FIFA tetap pada komitmennya bahwa Iran berhak berpartisipasi. Gianni Infantino menekankan bahwa olahraga harus berada di luar ranah politik dan menolak segala bentuk intervensi yang dapat merusak prinsip keadilan kompetitif.

Secara keseluruhan, penolakan Italia mencerminkan keprihatinan luas dalam komunitas sepak bola internasional mengenai potensi preseden yang dapat merusak integritas turnamen terbesar dunia. Dengan menegaskan bahwa “kualifikasi harus diperjuangkan di lapangan hijau,” Italia menegaskan komitmennya terhadap sportivitas dan menolak segala bentuk politisasi dalam kompetisi sepak bola.

Keputusan ini juga menjadi sinyal kuat bagi negara lain bahwa upaya mengubah susunan tim melalui jalur politik tidak akan diterima. Sementara itu, Iran tetap fokus pada persiapan teknis dan taktis menjelang debut grup di Los Angeles, berharap dapat menunjukkan performa terbaiknya di panggung global.