Berita Pilihan

Aryna Sabalenka Catat Kemenangan Pertama di Tanah Liat: Mengalahkan Peyton Stearns di Madrid

admin ·

Berita Pilihan 24 April 2026 – Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia, kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih kemenangan pertama di permukaan tanah liat pada tahun ini. Dalam laga pembuka Mutua Madrid Open, sang pemain asal Belarus mengalahkan lawan muda asal Amerika Serikat, Peyton Stearns, dengan skor 7-5 6-3. Kemenangan ini sekaligus menandai kembalinya Sabalenka ke jalur kompetisi setelah jeda tiga minggu pasca penobatan sebagai Sportswoman of the Year pada ajang Laureus Awards.

Meski tampak sedikit “rusty” pada awal pertandingan, Sabalenka berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan beraltitude tinggi di Madrid. “It was a tough match,” ujarnya kepada Sky Sports Tennis setelah menutup skor. “It was my first match on clay. She’s an incredible player and I feel like this court suits her game really well. The more I was staying on the court the better I was feeling and I really hope in the next one I’ll bring better tennis.”

Baca juga:

Penampilan Sabalenka memang tidak setajam biasanya, namun konsistensinya dalam mengendalikan servis dan forehand kuat tetap menjadi senjata utama. Pada set pertama, ia sempat tertinggal 4-5 sebelum berhasil memanfaatkan break point penting, mengubah skor menjadi 5-5 dan kemudian menutup set pertama dengan 7-5. Set kedua berjalan lebih lancar, Sabalenka menekan lawan dengan serangan agresif dan mengamankan kemenangan 6-3.

Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Sabalenka dalam “exclusive WTA 1000 club” bersama legenda Serena Williams, mengingatnya telah mengumpulkan empat gelar WTA 1000—pencapaian yang hanya sedikit pemain yang dapat menirunya. Prestasi tersebut menegaskan posisinya sebagai favorit utama dalam kalender WTA, terutama menjelang turnamen Grand Slam berikutnya.

Suasana lapangan di Madrid kali ini juga unik karena keberadaan Real Madrid goalkeeper Thibaut Courtois yang duduk di kotak penonton pemain Sabalenka. Courtois, yang sebelumnya berjanji akan menonton pertandingan sepak bola, akhirnya berkesempatan bertemu dengan bintang tenis tersebut. “I was supposed to go to a Real Madrid game last year and he messaged if I was coming, but he spent time with my boyfriend,” kata Sabalenka sambil tersenyum. Pertemuan tersebut menambah warna sosial media, menampilkan foto bersama Rafael Nadal, Jannik Sinner, dan Jude Bellingham di Bernabeu yang telah diubah menjadi lapangan tenis tanah liat sementara.

Baca juga:

Di samping Sabalenka, turnamen ini juga menyajikan penampilan gemilang Iga Swiatek, juara bertahan yang menundukkan qualifier Daria Snigur 6-1 6-2 hanya dalam 61 menit. Swiatek, yang belajar bahasa Spanyol sejak SMA, menyempatkan diri menyapa penonton dengan bahasa setempat, menambah nuansa internasional pada ajang ini.

  • Skor Sabalenka vs Stearns: 7-5, 6-3
  • Jumlah gelar WTA 1000 Sabalenka: 4
  • Durasi jeda kompetisi sebelum Madrid: 3 minggu
  • Jumlah penonton di kotak pemain: 1 (Thibaut Courtois)

Selain sorotan pada bintang utama, kejutan lain datang dari Elina Svitolina yang harus menyerah setelah kalah 6-3 6-4 dari Anna Bondar, pemain asal Hungaria. Kemenangan Bondar menandai prestasi bersejarah, menjadi pemain Hungaria pertama yang mengalahkan lawan top 10 sejak Timea Babos pada Australian Open 2018.

Analisis para pengamat menilai bahwa Sabalenka masih dalam proses adaptasi pada permukaan tanah liat, namun mentalitasnya yang kuat serta kemampuan mengubah permainan menjadi faktor kunci. Laura Robson, mantan petenis Inggris nomor satu, menilai, “We’re expecting perfection most of the time from Sabalenka, considering how many match wins she has. But then you have to take into account that she has had a bit of a break. After Miami she wanted a few weeks off and then coming out here and playing at altitude against someone like Stearns, who does throw a lot at you, I felt like Sabalenka handled that really well.”

Baca juga:

Dengan kemenangan ini, Aryna Sabalenka tidak hanya menambah koleksi gelar WTA 1000, tetapi juga menunjukkan kesiapan mental menjelang fase penting musim, termasuk French Open. Para penggemar kini menantikan apakah performa di Madrid dapat berlanjut menjadi dominasi di tanah liat Eropa.

Secara keseluruhan, penampilan Sabalenka di Mutua Madrid Open mencerminkan kombinasi antara pengalaman, kekuatan fisik, dan adaptasi taktis. Meskipun bukan penampilan paling spektakuler, kemenangan ini memberikan sinyal kuat bahwa ia tetap menjadi ancaman utama di setiap turnamen WTA 1000 yang akan datang.