VfB Stuttgart Siapkan Serangan ke Final DFB-Pokal Usai Kemenangan Dramatis atas SC Freiburg
Berita Pilihan 24 April 2026 – VfB Stuttgart kembali menorehkan sejarah dalam DFB-Pokal setelah menyingkirkan SC Freiburg lewat perpanjangan waktu pada laga semifinal yang berlangsung di MHPArena pada 23 April 2026. Kemenangan 2-1 tersebut membawa sang juara bertahan ke laga final melawan Bayern Munich, menjadikannya pertemuan keempat antara kedua tim dalam satu musim kompetisi domestik.
Pertandingan melawan Freiburg berlangsung dengan intensitas tinggi. Stuttgart membuka keunggulan lewat gol awal yang dicetak oleh Deniz Undav pada menit ke-34, memanfaatkan serangan balik cepat setelah pertahanan Freiburg sedikit terbuka. Namun, Freiburg membalas cepat melalui gol dari Maximilian Eggestein pada menit ke-58, menyeimbangkan kedudukan. Kedua tim kembali beradu keras hingga babak perpanjangan waktu, di mana Jamie Leweling menambah satu poin bagi Stuttgart pada menit ke-112, memastikan kemenangan dramatis bagi sang tuan rumah.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pelatih Sebastian Hoeneß, yang meski dirumorkan mendapat tawaran melatih Real Madrid, tetap fokus menyelesaikan musim dengan hasil maksimal. Hoeneß menegaskan bahwa mentalitas juara harus dipertahankan, terutama menjelang final melawan Bayern Munich yang dijadwalkan beberapa minggu kemudian. “Kami menyiapkan diri secara fisik dan taktis, karena trofi DFB-Pokal adalah tujuan utama kami,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Dari sisi taktik, Stuttgart menampilkan formasi 3-4-1-2 dengan Alexander Nuebel di gawang, lini belakang yang dipimpin Josha Vagnoman, Maximilian Mittelstaedt, dan Jeff Chabot. Di lini tengah, Chris Fuehrich, Atakan Karazor, dan Jamie Leweling mengendalikan tempo, sementara Deniz Undav dan Boussaid El Khannouss menjadi ancaman utama di depan. Sementara Freiburg mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Florian Mueller di antara tiang gawang, pertahanan berisi Matthias Ginter, Junior Makengo, dan Baris Ogbus, serta lini tengah yang didukung oleh Maximilian Eggestein dan Johan Manzambi.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa kedua tim menciptakan peluang berjumlah 22 tembakan, dengan Stuttgart menguasai 13 tembakan ke gawang. Persentase penguasaan bola berada di angka 54% untuk Stuttgart, menandakan dominasi di wilayah tengah lapangan. Namun, pertahanan Freiburg tetap solid, hanya kebobolan dua gol berkat aksi gemilang dari Vagnoman yang melakukan beberapa penyelamatan krusial.
Kemenangan ini memberi Stuttgart kesempatan emas untuk menambah koleksi trofi, mengingat mereka berhasil mengangkat Piala DFB pada musim 2024/2025 setelah mengalahkan Arminia Bielefeld di final. Pada musim ini, Stuttgart menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam hal konsistensi taktik dan kedalaman skuad. Namun, catatan mereka di Bundesliga masih berfluktuasi, dengan hasil terbaru berupa kekalahan 4-2 melawan Bayern Munich yang sekaligus menentukan juara liga.
Di sisi lain, SC Freiburg datang ke semifinal dengan catatan empat kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk dua kemenangan meyakinkan atas Celta Vigo di fase grup Europa League. Julian Schuster, pelatih Freiburg, menekankan pentingnya menjaga momentum dan mentalitas knockout untuk menantang Stuttgart, namun kekalahan akhir menunjukkan bahwa pertahanan mereka belum cukup kuat menghadapi serangan cepat Stuttgart.
Dengan final yang akan menampilkan Bayern Munich sebagai lawan, Stuttgart dihadapkan pada tantangan berat. Bayern, yang telah mengamankan gelar liga, menyiapkan skuad penuh dengan pemain bintang seperti Jamal Musiala dan Leroy Sane. Namun, Stuttgart memiliki keunggulan bermain di kandang pada final yang dijadwalkan di Stadion Berlin, serta semangat juara yang terbukti dalam perjalanan cup mereka.
Para penggemar dapat menyaksikan final DFB-Pokal melalui ESPN Deportes atau ESPN U di Amerika Serikat, serta berbagai platform streaming yang menyediakan opsi VPN untuk mengatasi pembatasan geografis. Bagi penonton di Jerman, pertandingan akan disiarkan secara langsung di kanal nasional ARD.
Secara keseluruhan, VfB Stuttgart menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mampu bertahan sebagai juara bertahan, tetapi juga siap menantang dominasi Bayern Munich dalam final yang akan datang. Jika mereka dapat mempertahankan konsistensi dan memanfaatkan keunggulan taktik, trofi DFB-Pokal masih dapat kembali ke MHPArena pada akhir Mei 2026.