Berita Pilihan

Militer AS Gagal Hapus A-10: Keputusan Mengejutkan Pasca Pertempuran di Iran

admin ·
Militer AS Gagal Hapus A-10: Keputusan Mengejutkan Pasca Pertempuran di Iran

Berita Pilihan 23 April 2026 – Washington mengumumkan pada akhir pekan bahwa program pensiun pesawat tempur A-10 Thunderbolt II tidak akan dilaksanakan setelah unit-unit pesawat tersebut terlibat dalam operasi militer di wilayah Iran. Keputusan ini menandai perubahan strategi signifikan dalam kebijakan pertahanan Amerika Serikat, terutama di tengah ketegangan yang meningkat setelah pertempuran singkat di perbatasan Iran-Utara Irak.

Operasi yang melibatkan A-10 terjadi pada 20 April 2026, ketika sebuah skuadron pesawat serang tersebut dikerahkan untuk mendukung pasukan darat AS yang menahan serangan roket balistik yang diluncurkan oleh kelompok milisi pro‑Iran. Meskipun A-10 dikenal sebagai pesawat dukungan udara dekat (close air support) yang sangat efektif, insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakan melanjutkan pensiun bertahap yang telah direncanakan sejak 2019.

Baca juga:

Direktur Angkatan Udara, Gen. James Cohen, menyatakan dalam konferensi pers bahwa “A-10 masih memiliki peran tak tergantikan dalam konflik asimetris dan operasi melawan target bergerak di medan yang sulit”. Ia menambahkan bahwa data terbaru menunjukkan tingkat kegagalan sistem senjata utama A‑10 berkurang secara signifikan setelah program modernisasi yang selesai pada akhir 2025.

Sementara itu, Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran secara sepihak pada 21 April 2026. Perpanjangan tersebut diumumkan melalui platform media sosial resmi Presiden, dengan penekanan pada kebutuhan memberi waktu kepada Tehran untuk mengajukan proposal penyelesaian konflik. Keputusan Trump ini bersamaan dengan perintah militer untuk melanjutkan blokade di Selat Hormuz, menandakan bahwa meski gencatan senjata diperpanjang, tekanan ekonomi masih tetap dijalankan.

Baca juga:

Iran, pada sisi lain, menolak hadir dalam perundingan tahap dua yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan pada 22 April 2026. Pemerintah Tehran mengirimkan pernyataan resmi yang menyoroti pelanggaran komitmen Amerika, termasuk dugaan kegagalan AS menahan Israel dari melanjutkan operasi militer di Lebanon. Keengganan Iran untuk berpartisipasi memperparah ketidakpastian diplomatik, sementara mediator Pakistan terus berupaya mencari titik temu antara kedua belah pihak.

  • Alasan utama Iran tidak hadir: menilai proses perundingan tidak adil dan menganggap AS terus melanggar kesepakatan.
  • Permintaan Iran: penghapusan blokade di Selat Hormuz dan jaminan tidak ada serangan balasan.
  • Tanggapan AS: mempertahankan blokade hingga proposal Iran diajukan secara tertulis.

Keputusan untuk menyelamatkan A‑10 datang pada saat anggaran pertahanan AS tengah dipertimbangkan kembali oleh Kongres. Anggota Kongres Partai Demokrat dan Republik menyoroti pentingnya menyeimbangkan kebutuhan operasional dengan efisiensi biaya. Beberapa legislator mengusulkan alokasi tambahan untuk program modernisasi A‑10, sementara yang lain menekankan perlunya investasi pada platform pesawat generasi berikutnya.

Baca juga:

Para analis militer memperkirakan bahwa keberlanjutan A‑10 akan mempengaruhi strategi dukungan udara dalam konflik regional selama lima hingga sepuluh tahun ke depan. Ketersediaan pesawat ini dapat memberikan keunggulan taktis bagi pasukan darat AS, terutama dalam operasi melawan kelompok bersenjata non‑negara yang mengandalkan taktik gerilya.

Secara keseluruhan, keputusan militer AS untuk tidak mempensiunkan A‑10 menandai titik balik dalam kebijakan pertahanan yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik Iran‑AS. Kombinasi antara perpanjangan gencatan senjata, blokade ekonomi, dan ketegangan diplomatik menegaskan bahwa situasi di kawasan masih sangat cair, dan keputusan strategis seperti ini akan terus menjadi sorotan utama dalam perdebatan kebijakan luar negeri Amerika.