Berita Pilihan

Prabowo Targetkan PLTS 17 Gigawatt Tahun Ini, Dorong Percepatan Energi Bersih Nasional

admin ·
Prabowo Targetkan PLTS 17 Gigawatt Tahun Ini, Dorong Percepatan Energi Bersih Nasional

Berita Pilihan 22 April 2026 – JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mempercepat realisasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala nasional. Dalam pernyataan yang disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di Istana Kepresidenan pada 21 April 2026, Presiden menargetkan pembangunan PLTS 17 gigawatt tahun ini.

Target tersebut merupakan bagian dari program ambisius energi surya nasional berkapasitas total 100 gigawatt. Menurut penjelasan Brian, fokus utama kini adalah menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel (PLTD) yang masih banyak beroperasi di daerah terpencil. “Bapak Presiden menanyakan perkembangannya dan meminta agar itu dipercepat, terutama untuk yang diesel,” ujarnya sesudah pertemuan dengan wartawan.

Baca juga:

Rincian target diuraikan secara spesifik. Pemerintah berencana mengurangi kapasitas pembangkit diesel sebesar 10 gigawatt dan menambah kapasitas PLTS baru sebanyak 7 gigawatt, sehingga total penambahan energi terbarukan mencapai 17 gigawatt. Angka ini didukung oleh perhitungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN, Danantara, serta sejumlah pakar dari perguruan tinggi terkemuka.

  • Pengurangan PLTD: 10 GW
  • Penambahan PLTS baru: 7 GW
  • Total PLTS 17 gigawatt yang akan terinstal pada tahun ini

Implementasi teknis dan penentuan lokasi pembangunan PLTS akan menjadi tanggung jawab utama PLN sebagai implementator. “Lokasi nanti semuanya dari PLN ya yang sebagai implementator dari program tersebut,” tegas Brian. Pemerintah menyiapkan kerangka regulasi yang mempermudah investasi swasta, termasuk insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi proyek skala kecil hingga menengah.

Penggantian pembangkit diesel dengan PLTS tidak hanya mendukung agenda dekarbonisasi, tetapi juga berpotensi menurunkan biaya operasional listrik di wilayah pedesaan. Dengan mengandalkan sumber energi yang melimpah dan bersih, daerah yang sebelumnya bergantung pada diesel dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil dan ramah lingkungan.

Baca juga:

Dampak ekonomi dari proyek ini diperkirakan signifikan. Kementerian Energi memperkirakan penciptaan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung mencapai ratusan ribu posisi, mulai dari instalasi panel surya, pemeliharaan, hingga pengembangan teknologi penyimpanan energi. Selain itu, peningkatan kapasitas PLTS diharapkan menarik investasi asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pasar energi terbarukan regional.

Beberapa lokasi strategis telah diidentifikasi untuk instalasi skala besar, termasuk wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Sumatera. Pemerintah juga mendorong pembangunan micro‑grid di pulau-pulau kecil, yang memungkinkan masyarakat setempat mengakses listrik tanpa harus terhubung ke jaringan utama.

Sejumlah lembaga penelitian dan universitas turut berkontribusi dalam penyusunan studi kelayakan teknis serta pengembangan inovasi bahan panel surya yang lebih efisien. Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan mempercepat transfer teknologi dan menurunkan biaya produksi panel surya dalam jangka menengah.

Baca juga:

Jika target PLTS 17 gigawatt tercapai tepat waktu, Indonesia akan berada pada posisi yang lebih kuat dalam memenuhi komitmen Paris Agreement serta target energi bersih nasional 23% pada 2025. Keberhasilan program ini juga akan menjadi contoh bagi negara‑negara ASEAN lainnya yang tengah mengupayakan transisi energi.

Dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo, kementerian terkait, dan sektor swasta, percepatan pembangunan PLTS 17 gigawatt diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi energi Indonesia, menjanjikan masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan mandiri secara energi.