Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi Indonesia di Istana Merdeka
Berita Pilihan 22 April 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa, 21 April 2026, menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan empat mata ini bertujuan meninjau kondisi ekonomi dalam negeri sekaligus mengkaji dampak dinamika global, terutama konflik yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan aliran modal.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, aktivitas ekonomi nasional masih terjaga dengan baik, namun kewaspadaan tetap menjadi prioritas. “Dalam pertemuan tersebut dibahas kondisi ekonomi dalam negeri dan dinamika global. Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan,” ujarnya dalam unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Instagram.
Luhut menyampaikan serangkaian skenario kebijakan yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan APBN tetap terkendali. Fokus utama meliputi penguatan digitalisasi pemerintahan (govtech), percepatan reformasi fiskal, serta diversifikasi sumber pendapatan negara.
Berikut rangkuman skenario kebijakan yang dibahas:
| Skenario | Tujuan | Langkah Konkret |
|---|---|---|
| Digitalisasi Bansos | Meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial | Uji coba di Banyuwangi, rencana perluasan ke 42 kabupaten/kota |
| GovTech Penguatan | Efisiensi layanan publik dan pengurangan biaya administrasi | Penerapan platform terpadu untuk layanan perizinan, pajak, dan data statistik |
| Indonesia Financial Center (IFC) | Menarik arus investasi, khususnya dari Timur Tengah | Percepatan pembentukan zona ekonomi khusus dengan insentif fiskal |
Digitalisasi bantuan sosial (bansos) menjadi contoh konkret yang sudah berjalan. Uji coba di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan peningkatan akurasi penyaluran sebesar 27% dibandingkan metode tradisional. Pemerintah berencana memperluas model ini ke 42 kabupaten/kota dalam enam bulan ke depan, dengan harapan memperkecil kebocoran dana dan meningkatkan kepercayaan publik.
Selain itu, Luhut menyoroti pentingnya memanfaatkan peluang investasi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah tengah mempercepat pembentukan Indonesia Financial Center, sebuah hub keuangan yang diharapkan menjadi magnet bagi investor, khususnya dari kawasan Timur Tengah yang tengah mencari alternatif investasi aman. Kebijakan ini mencakup penyediaan infrastruktur digital kelas dunia, regulasi yang bersahabat, serta insentif pajak bagi perusahaan fintech dan perbankan internasional.
Dalam konteks stabilitas fiskal, Teddy menegaskan bahwa APBN harus tetap terkendali sambil memastikan daya beli masyarakat tidak tergerus inflasi. Salah satu langkah adalah penyesuaian subsidi energi secara bertahap, sambil meningkatkan efisiensi penggunaan energi terbarukan. Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus mikro untuk sektor UMKM, yang diperkirakan akan menambah kontribusi produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,8% pada kuartal berikutnya.
Menjawab pertanyaan media, Prabowo menekankan bahwa ketahanan ekonomi bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan, melainkan memastikan kesejahteraan rakyat terjaga dalam jangka panjang. “Kita harus siap menghadapi guncangan eksternal, baik dari geopolitik maupun perubahan iklim, dengan kebijakan yang adaptif dan berbasis data,” ujar Presiden.
Kesepakatan yang tercapai mencakup:
- Penguatan digitalisasi layanan publik melalui platform govtech;
- Perluasan uji coba digitalisasi bansos ke seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan;
- Percepatan pembentukan Indonesia Financial Center untuk menarik investasi asing, terutama dari Timur Tengah;
- Peningkatan dukungan fiskal kepada UMKM dan sektor energi terbarukan.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya beli, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang kompetitif di kancah global.