Film Project Y Gagal di Bioskop, Kini Menjadi No.1 di Netflix Indonesia
Berita Pilihan 23 April 2026 – Film Korea Selatan Project Y yang dirilis pada awal tahun 2026 mengalami kegagalan komersial di bioskop, namun menemukan napas baru setelah dipindahkan ke platform streaming Netflix. Pada penayangan perdana, film ini hanya berhasil menarik sekitar 140 ribu penonton, jauh di bawah ekspektasi mengingat terlibat aktor‑aktor papan atas seperti Han So‑hee dan Jeon Jong‑seo.
Awalnya, Project Y dijadwalkan untuk menempati posisi teratas di box office domestik Korea Selatan. Namun, setelah hari pertama yang sempat berada di peringkat kedua, angka penonton menurun drastis. Beberapa analis mengaitkan penurunan ini dengan persaingan ketat dari film‑film aksi lainnya serta kritik yang menyoroti alur cerita yang dianggap terlalu kompleks bagi penonton umum.
Film ini merupakan drama kriminal yang mengisahkan dua wanita, Mi Sun (Han So‑hee) dan Do Kyung (Jeon Jong‑seo), yang berjuang mengejar masa depan berbeda di kota metropolitan yang gemerlap. Kedua tokoh utama terjerumus dalam jaringan pencurian dana ilegal dan penyelundupan batangan emas, menambah ketegangan emosional dan moral dalam narasi. Pemeran pendukung seperti Kim Shin‑Rok, Jung Young‑Joo, Lee Jae‑Kyun, Yoo Ah, dan Kim Sung‑Cheol turut memperkaya dinamika cerita.
Sejak dirilis di Netflix pada 17 April 2026, Project Y melesat naik ke peringkat teratas dalam daftar “10 Film Teratas di Korea Selatan” pada 19 April. Data internal Netflix menunjukkan lebih dari satu juta penonton di Indonesia menonton film tersebut dalam minggu pertama, menjadikannya salah satu konten lokal dengan pertumbuhan tercepat. Keberhasilan streaming ini menandai perubahan signifikan dalam perilaku konsumen yang kini lebih memilih menonton di rumah dengan kenyamanan perangkat digital.
Berbagai faktor berkontribusi pada kebangkitan Project Y di platform streaming. Pertama, profil tinggi Han So‑hee dan Jeon Jong‑seo menarik basis penggemar yang luas, terutama di kalangan penonton muda yang aktif di media sosial. Kedua, tema kriminal yang gelap namun dibalut dengan estetika visual yang menarik cocok dengan selera penonton yang mencari konten premium. Ketiga, promosi Netflix yang menyoroti eksklusivitas dan subtitle bahasa Indonesia memperluas jangkauan pasar domestik.
Reaksi penonton di Indonesia sangat positif. Banyak yang memuji akting kuat Han So‑hee yang menampilkan sisi rapuh namun tegas, serta Jeon Jong‑seo yang berhasil menampilkan transformasi karakter dari idealis menjadi anti‑hero. Diskusi daring di forum‑forum hiburan menyoroti bagaimana film ini berhasil menyeimbangkan elemen aksi dengan drama psikologis, menjadikannya tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memicu perbincangan tentang moralitas dalam dunia kriminal modern.
Kesuksesan Project Y di Netflix memberikan pelajaran penting bagi industri film Korea Selatan. Meskipun sebuah film dapat mengalami kegagalan di bioskop tradisional, platform digital menawarkan jalur alternatif untuk menjangkau penonton global. Hal ini juga menggarisbawahi pentingnya strategi pemasaran yang adaptif, terutama dalam menyesuaikan konten dengan preferensi regional seperti subtitle bahasa Indonesia.
Dengan menempati posisi teratas di Netflix Indonesia, Project Y tidak hanya membuktikan daya tarik cerita kriminal yang kuat, tetapi juga menegaskan bahwa streaming dapat menjadi katalisator kebangkitan bagi produksi yang sempat terpuruk di layar lebar.