Berita Pilihan

KA Sangkuriang Resmi Diluncurkan, Sambungkan Bandung‑Ketapang Tanpa Transit

admin ·
KA Sangkuriang Resmi Diluncurkan, Sambungkan Bandung‑Ketapang Tanpa Transit

Berita Pilihan 22 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi meluncurkan layanan kereta jarak jauh bernama KA Sangkuriang pada 2 Mei 2026. Rute baru ini menghubungkan Stasiun Bandung di Jawa Barat dengan Stasiun Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menempuh jarak sekitar 1.002 kilometer tanpa harus melakukan transit di stasiun perantara.

Peluncuran ini disampaikan oleh Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, yang menekankan bahwa KA Sangkuriang hadir sebagai alternatif perjalanan antardaerah yang mengedepankan kenyamanan, efisiensi, serta konektivitas. Menurutnya, kereta ini dilengkapi dengan sarana modern yang dapat memenuhi beragam kebutuhan penumpang.

Baca juga:

Komposisi kereta terdiri dari beberapa jenis kelas, antara lain:

  • Satu kereta compartment dengan 16 kursi yang menawarkan privasi tinggi.
  • Empat kereta eksekutif stainless steel dengan total 200 kursi (masing‑masing 50 kursi).
  • Tiga kereta ekonomi stainless steel dengan total 240 kursi (masing‑masing 80 kursi).
  • Satu kereta restorasi untuk layanan makanan dan minuman selama perjalanan.
  • Satu kereta pembangkit (generator) yang memastikan pasokan listrik stabil di seluruh rangkaian.

Selain fasilitas standar, KA Sangkuriang menyediakan layanan tiket digital melalui aplikasi resmi Access by KAI. Untuk menarik minat penumpang pada fase awal operasional, KAI memberikan promo diskon sebesar 50 percent untuk perjalanan perdana yang dijadwalkan pada 1 Mei 2026. Diskon ini dapat dimanfaatkan melalui pemesanan tiket di aplikasi atau kanal penjualan resmi lainnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa layanan ini bertujuan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin bepergian lintas provinsi tanpa harus berganti kereta. “KA Sangkuriang dihadirkan untuk memberikan kemudahan akses perjalanan jarak jauh yang lebih praktis bagi masyarakat. Dengan relasi langsung Bandung hingga Banyuwangi, pelanggan kini dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien tanpa perlu berganti kereta,” ujarnya.

Baca juga:

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI, Wisnu Pramudya, menyoroti dampak positif layanan ini terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Ia menyebutkan bahwa rute KA Sangkuriang akan melewati sejumlah kota besar dan destinasi wisata, termasuk Jember, Lumajang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Ciamis, dan Tasikmalaya, sebelum mencapai Bandung. “Kami berharap kehadiran KA Sangkuriang dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota dengan kereta api,” kata Wisnu.

Rute Bandung‑Ketapang yang ditempuh KA Sangkuriang melintasi wilayah dengan potensi wisata alam, budaya, dan kuliner yang beragam. Antara lain, penumpang dapat menjelajahi pantai di Banyuwangi, wisata sejarah di Yogyakarta, serta keindahan alam pegunungan di Ciamis. Dengan koneksi langsung, diharapkan arus wisatawan akan meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sepanjang lintasan.

Peluncuran KA Sangkuriang juga sejalan dengan upaya pemerintah dan KAI untuk mengurangi ketergantungan pada moda transportasi berbahan bakar fosil. Kereta api dianggap sebagai sarana transportasi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan, sehingga dapat berkontribusi pada target pengurangan emisi nasional.

Baca juga:

Secara operasional, kereta akan berangkat setiap hari dengan jadwal yang telah disesuaikan untuk menutupi kebutuhan mobilitas penumpang bisnis maupun wisata. Ketersediaan kelas ekonomi, eksekutif, dan compartment memberikan fleksibilitas pilihan sesuai dengan anggaran dan preferensi penumpang.

KAI mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan tiket digital demi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan proses pembelian. Dengan hadirnya KA Sangkuriang, diharapkan jaringan transportasi kereta api Indonesia semakin terintegrasi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta memberikan alternatif perjalanan yang kompetitif bagi para pelancong domestik.