Son Heung‑min Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026: Kapten Korea Selatan dan Pencari Rekor Gol
Berita Pilihan 14 Juni 2026 – Son Heung‑min kembali menjadi sorotan utama pada Piala Dunia FIFA 2026 setelah memimpin Timnas Korea Selatan meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Ceko di Estadio Guadalajara. Penampilan sang talisman tidak hanya menambah catatan sejarah pribadi, melainkan juga memperkuat posisi Korea Selatan sebagai salah satu tim Asia paling kompetitif di panggung global.
Berusia 33 tahun, Son menapaki edisi keempatnya di ajang paling bergengsi ini, bergabung dengan barisan pemain legendaris Hong Myung‑bo yang juga pernah tampil di empat Piala Dunia. Dengan total 146 penampilan untuk timnas, ia telah mencetak 56 gol dan memberikan 24 assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah sepak bola Korea Selatan.
Di turnamen kali ini, Son mencatatkan tiga gol dan satu assist dalam 11 penampilan keseluruhan, termasuk dua gol krusial yang membantu timnya mengamankan posisi kedua di Grup A. Namun, pada laga melawan Ceko, ia gagal memanfaatkan beberapa peluang emas, termasuk tembakan yang meleset melewati mistar gawang pada menit ke‑38 dan tembakan dari luar kotak penalti yang meleset di sisi tiang kiri pada menit berikutnya. Keputusan taktis pelatih Hong Myung‑bo untuk menurunkan Son pada menit ke‑69 kemudian terbukti tepat, karena pengganti Oh Hyun‑gyu berhasil menutup skor kemenangan.
Selain prestasi di level internasional, Son juga tengah mengejar dua rekor penting dalam kariernya. Pertama, ia berada dua gol di belakang rekor terbanyak Timnas Korea Selatan dengan 58 gol, yang saat ini dipegang oleh legenda Cha Bum‑kun. Kedua, dengan tiga gol Piala Dunia, Son berada sejajar dengan Ahn Jung‑hwan dan berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak Timnas dalam sejarah turnamen tersebut bila mencetak satu gol lagi.
Karier klub Son Heung‑min juga mencerminkan perjalanan yang luar biasa. Setelah meniti karier di akademi FC Seoul, ia beralih ke Jerman pada usia 16 tahun, memulai debut Bundesliga bersama Hamburger SV pada 2010. Kesuksesan di Bayer Leverkusen membuka pintu bagi perpindahan ke Premier League bersama Tottenham Hotspur pada 2015, di mana ia menjadi salah satu penyerang paling produktif di dunia. Prestasinya meliputi:
- Menjuarai UEFA Champions League 2018/19 (runner‑up) dan EFL Cup 2020/21 bersama Spurs.
- Menerima FIFA Puskás Award 2019/20 untuk gol spektakuler melawan Burnley.
- Menjadi pemain Asia pertama yang memenangkan Premier League Golden Boot pada musim 2021/22 dengan 23 gol.
- Mencetak gol ke‑100 di Premier League, prestasi pertama bagi pemain Asia.
- Berperan penting dalam kemenangan UEFA Europa League 2025, mengakhiri masa kutukan trofi 17 tahun klub.
Pada musim panas 2025, Son memutuskan meninggalkan Tottenham dan menandatangani kontrak dengan Los Angeles FC (LAFC) di Major League Soccer (MLS). Langkah tersebut dipandang sebagai persiapan strategis menjelang Piala Dunia 2026, mengingat MLS mengirim 45 pemain ke turnamen tersebut, termasuk lima kapten tim nasional. Son menjadi salah satu kapten Korea Selatan yang memimpin skuad di Piala Dunia, bersanding dengan kapten lain seperti Lionel Messi (Argentina) dan James Rodríguez (Kolombia).
Keputusan Son untuk bergabung dengan LAFC terbukti menguntungkan. Di MLS, ia terus menunjukkan kualitas teknis dan kepemimpinan, sekaligus menyesuaikan diri dengan gaya permainan Amerika Utara yang lebih fisik. Perpindahan ini juga memperkuat citra MLS sebagai liga yang mampu menampung pemain bintang dunia dan memberikan kontribusi signifikan bagi timnas masing‑masing.
Statistik Son di Piala Dunia 2026 menegaskan peran pentingnya. Ia mencatatkan 11 penampilan, tiga gol, dan satu assist, serta menjadi pemain pertama yang mencetak gol melawan tiga kontinen berbeda (Afrika, Amerika Utara, dan Eropa) dalam karier Piala Dunia. Selain itu, Son menjadi contoh bagi generasi muda Korea Selatan dalam hal etos kerja, profesionalisme, dan dedikasi pada negara.
Dengan kepemimpinan yang tegas, kemampuan teknis yang luar biasa, serta ambisi untuk menembus rekor gol terbanyak Timnas, Son Heung‑min semakin mengukuhkan dirinya sebagai ikon sepak bola Asia. Jika ia berhasil menambah satu gol lagi di turnamen ini, namanya akan tercatat selamanya sebagai pencetak gol terbanyak Korea Selatan di Piala Dunia, sekaligus menambah warisan yang akan dikenang oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Secara keseluruhan, perjalanan Son Heung‑min di Piala Dunia 2026 mencerminkan kombinasi antara pengalaman, kualitas individu, dan semangat juang yang tak pernah padam. Keberhasilannya memimpin tim, mendekati rekor gol, serta menyesuaikan diri dengan tantangan baru di MLS menjadikannya contoh teladan bagi pemain sepak bola modern yang ingin menyeimbangkan karier klub dan kebanggaan nasional.