Berita Pilihan

James Cameron Dihadapkan pada Tuntutan Hukum atas Pencurian Wajah Aktris untuk Karakter Neytiri di Film Avatar

admin ·
James Cameron Dihadapkan pada Tuntutan Hukum atas Pencurian Wajah Aktris untuk Karakter Neytiri di Film Avatar

Berita Pilihan 10 Mei 2026 – James Cameron, sutradara film Avatar, saat ini sedang menghadapi gugatan hukum dari aktris dan aktivis keturunan Quechua-Huachipaeri, Q’orianka Kilcher. Kilcher mengklaim bahwa Cameron mencuri wajahnya untuk karakter Neytiri di film Avatar.

Kilcher menggugat Cameron, Disney, dan Lightstorm Entertainment dengan tuduhan ‘pencurian identitas biometrik secara industri’ terhadap fitur wajahnya saat ia masih berusia remaja. Gugatan ini berawal pada tahun 2005, saat Kilcher masih berusia 14 tahun dan mulai menunjukkan diri ke panggung seni lewat perannya sebagai Pocahontas dalam film The New World karya Terrence Malick.

Baca juga:

Dari situ, Kilcher mengklaim bahwa James Cameron mengekstraksi, mereplikasi, dan menggunakan kemiripan wajahnya dari foto-foto promosi di harian Los Angeles Times untuk menciptakan karakter utama Na’vi, Neytiri. Meskipun karakter Neytiri diperankan melalui teknologi motion-capture oleh Zoe Saldaña, gugatan tersebut menegaskan bahwa struktur dasar wajah, proporsi biometrik, dan karakteristik unik Neytiri diambil langsung dari wajah Kilcher tanpa izin maupun kompensasi.

Yang membuat posisi hukum James Cameron tersudut adalah pengakuannya sendiri. Dalam sebuah wawancara 2024 dengan kanal YouTube asal Prancis, Konbini, Cameron secara terbuka membahas proses desain awal Neytiri sambil menunjukkan sketsa aslinya.

‘Sumber untuk [sketsa] ini adalah sebuah foto yang ada di L.A. Times sebagai bagian dari promosi ‘The New World’. Dia adalah aktris muda bernama Q’orianka Kilcher,’ ujar Cameron dalam video tersebut. Ia bahkan secara spesifik menunjuk bagian bawah wajah sketsa itu dan berkata, ‘Ini sebenarnya adalah bagian bawah wajahnya. Dia memiliki wajah yang sangat menarik.’

Selain video tersebut, dokumen gugatan mengungkap sesuatu yang diberikan Cameron kepada Kilcher di kantor produksinya bertahun-tahun kemudian. Hadiah tersebut berupa cetakan sketsa Neytiri yang telah dibingkai dan ditandatangani oleh Cameron dengan pesan tertulis: ‘Kecantikanmu adalah inspirasi awal saya untuk Neytiri. Sayang sekali saat itu kamu sedang syuting film lain. Lain kali ya.’ Kilcher mengaku merasa bingung dengan catatan tersebut pada saat itu.

Baca juga:

Meskipun ia sempat mencoba menjalin komunikasi profesional dengan Cameron selama bertahun-tahun, gugatan menyatakan bahwa tidak ada tawaran kerja atau kompensasi nyata yang pernah diberikan. Sebagai seorang aktivis yang vokal membela hak-hak penduduk pribumi, Kilcher menyoroti adanya kontradiksi moral yang tajam.

Avatar selama ini di-branding sebagai film yang bersimpati pada perjuangan suku asli melawan eksploitasi korporasi. Namun, pengacara Kilcher, Arnold P. Peter, menyebut tindakan Cameron sebagai bentuk eksploitasi diam-diam.

Kilcher menggugat Cameron dan studio dengan harapan agar mereka mengakui kesalahan mereka dan memberikan kompensasi yang adil atas penggunaan wajahnya tanpa izin. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang hak cipta dan etika dalam industri hiburan, terutama dalam konteks penggunaan teknologi yang canggih untuk menciptakan karakter dan cerita.

Sementara itu, ada juga berita tentang film ‘Remarkably Bright Creatures’ yang baru saja dirilis di Netflix. Film ini menceritakan tentang persahabatan antara seorang janda bernama Tova dan seorang pria muda bernama Cameron, yang dipertemukan oleh seekor gurita bernama Marcellus di akuarium setempat.

Baca juga:

Film ini dibintangi oleh Sally Field dan Lewis Pullman, dan menceritakan tentang bagaimana mereka berdua saling mendukung dan memahami dalam menghadapi kesulitan hidup mereka. Film ini juga menampilkan tentang kebijaksanaan dan kearifan seekor gurita yang dapat memahami dan mengerti perasaan manusia.

Kedua cerita ini menunjukkan tentang bagaimana kehidupan manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik itu dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Dalam kasus Kilcher dan Cameron, kita melihat bagaimana penggunaan teknologi dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga, sedangkan dalam film ‘Remarkably Bright Creatures’, kita melihat bagaimana persahabatan dan kearifan dapat membantu manusia menghadapi kesulitan hidup.