Berita Pilihan

Mars Ternyata Pernah Layak Huni: Temuan Organik Curiosity Ungkap Jejak Pra-DNA

admin ·
Mars Ternyata Pernah Layak Huni: Temuan Organik Curiosity Ungkap Jejak Pra-DNA

Berita Pilihan 23 April 2026 – Rover Curiosity milik NASA berhasil mengidentifikasi tujuh senyawa organik pada batuan di dekat ekuator Mars, termasuk lima senyawa yang belum pernah terdeteksi sebelumnya di planet merah. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 21 April 2026 dan menambah deretan bukti bahwa Mars mungkin pernah menjadi dunia yang layak huni pada era pra-Bumi.

Para ilmuwan menekankan bahwa senyawa organik—molekul yang terutama terdiri dari karbon—bisa terbentuk melalui proses non-biologis, misalnya lewat reaksi kimia di atmosfer atau melalui meteorit yang menabrak permukaan. Namun, analisis kimia lanjutan menunjukkan adanya molekul yang mengandung nitrogen dengan struktur mirip prekursor DNA, molekul yang menjadi dasar informasi genetik pada semua makhluk hidup di Bumi.

Baca juga:

“Kami belum dapat mengatakan bahwa Mars pernah memiliki kehidupan, tetapi temuan kami semakin memperkuat bukti bahwa Mars adalah dunia yang layak huni pada masa yang sama ketika kehidupan mulai muncul di Bumi,” ujar Amy Williams, astrobiolog dari University of Florida dan penulis utama studi tersebut. “Perlu ditegaskan, kami belum menemukan bukti adanya kehidupan dalam studi ini, tetapi kami semakin memperjelas jenis molekul penyusun kehidupan yang pernah ada di Mars,” tambahnya.

Sampel batuan yang dianalisis diperkirakan berusia setidaknya 3,5 miliar tahun, diambil pada tahun 2020 di daerah Glen Torridon, Gale Crater. Kawah ini dulu diyakini merupakan danau kering yang terbentuk akibat tumbukan meteorit. Keberadaan mineral lempung di wilayah tersebut menunjukkan bahwa air pernah mengalir di sana, menciptakan lingkungan yang potensial bagi reaksi kimia kompleks.

Berikut adalah senyawa organik yang terdeteksi:

Baca juga:
  • Benzotiofena – senyawa aromatik yang juga ditemukan pada meteorit dan asteroid.
  • Alkohol aromatik – beberapa varian yang belum pernah tercatat di Mars sebelumnya.
  • Karbonil – komponen penting dalam molekul organik kompleks.
  • Senayawa nitrogen‑berbasis – mirip prekursor DNA.
  • Senayawa berikatan sulfur – menunjukkan kemungkinan proses kimia yang beragam.

Rover Curiosity dilengkapi dengan bahan kimia TMAH (tetrametilammonium hidroksida) yang dapat memecah materi organik untuk dianalisis. Penggunaan TMAH di luar Bumi merupakan langkah pertama, memperluas kemampuan deteksi molekul kompleks pada permukaan Mars.

Selain Curiosity, rover Perseverance juga terus mencari jejak organik, namun temuan terbaru ini menyoroti peran penting Curiosity dalam mengungkap sejarah kimia pra-Bumi di planet tetangga. Peneliti memperkirakan bahwa materi organik yang terdeteksi dapat berasal dari tiga sumber utama: proses geologi internal Mars, meteorit yang menghantam planet, atau sisa-sisa kehidupan mikroba purba yang mungkin pernah ada.

“Material yang sama yang jatuh ke Mars melalui meteorit juga jatuh ke Bumi, dan kemungkinan menyediakan bahan dasar bagi kehidupan seperti yang kita kenal,” kata Williams. “Kami melihat bahan penyusun kehidupan, kimia prebiotik di Mars, yang terawetkan dalam batuan ini selama miliaran tahun.”

Baca juga:

Penemuan ini juga meningkatkan ekspektasi terhadap misi eksplorasi berikutnya, seperti rover Rosalind Franklin yang dijadwalkan diluncurkan pada 2028 oleh Badan Antariksa Eropa (ESA). Rover tersebut akan mengebor hingga dua meter ke dalam permukaan dan dilengkapi instrumen yang lebih sensitif untuk menilai asal-usul senyawa organik serta potensi jejak biologi masa lalu.

Secara keseluruhan, temuan organik di Mars memberikan gambaran baru tentang kondisi lingkungan planet tersebut pada zaman kuno, ketika suhu lebih hangat dan air melimpah. Meskipun belum ada bukti konklusif tentang kehidupan, jejak kimia yang terpreservasi membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut dan menegaskan bahwa Mars pernah memiliki kondisi yang cukup mendukung untuk munculnya prekursor kehidupan.