Berita Pilihan

Uji Jalan Bandung‑Bogor: Motor Listrik Yadea Tembus 156 km, Buktikan Daya Saing Kendaraan Elektrik

admin ·
Uji Jalan Bandung‑Bogor: Motor Listrik Yadea Tembus 156 km, Buktikan Daya Saing Kendaraan Elektrik

Berita Pilihan 03 Mei 2026 – Tim uji jalan yang dipimpin oleh insinyur senior PT Yadea Indonesia berhasil menempuh rute seluas 156 kilometer antara Bandung dan Bogor pada hari Selasa, 2 Mei 2026. Pencapaian ini menjadi sorotan utama setelah motor listrik Yadea menampilkan jarak tempuh yang melampaui standar industri nasional.

Rute yang dipilih melewati jalur utama dengan variasi kondisi jalan, mulai dari jalan perkotaan padat hingga lintasan pinggiran yang menantang. Selama pengujian, tim mencatat konsumsi energi, suhu baterai, serta performa akselerasi pada kecepatan konstan 50 km/jam. Data menunjukkan motor listrik Yadea mampu mempertahankan daya jelajah dengan penurunan kapasitas baterai hanya 12 persen pada akhir perjalanan.

Baca juga:

Pengujian ini tidak hanya menilai jarak tempuh, melainkan juga mengevaluasi kehandalan sistem pengisian cepat yang dipasang pada stasiun pengisian publik di sepanjang rute. Motor listrik Yadea berhasil mengisi ulang 20 persen daya dalam waktu lima menit, sebuah nilai yang signifikan bagi pengguna yang mengandalkan mobilitas cepat di wilayah Jawa Barat.

Para ahli energi menyambut baik hasil ini, menyatakan bahwa motor listrik Yadea dapat menjadi alternatif yang kompetitif bagi kendaraan berbahan bakar fosil. “Dengan daya jelajah 156 km, motor listrik Yadea berada pada posisi yang kuat untuk menyaingi skuter konvensional di segmen perkotaan,” ujar Dr. Rina Hartono, pakar transportasi berkelanjutan.

Selain jarak tempuh, uji jalan juga menyoroti kenyamanan berkendara. Sistem suspensi dan kontrol traksi yang terintegrasi memberikan stabilitas pada kecepatan tinggi serta saat melewati permukaan jalan yang tidak rata. Pengemudi melaporkan rasa halus dan responsif pada pedal gas, meskipun baterai berada pada tingkat menengah.</n

Data teknis mengungkapkan bahwa motor listrik Yadea menggunakan baterai lithium‑ion berkapasitas 3,2 kWh dengan manajemen termal canggih. Sistem pendingin cair memastikan suhu sel tetap di bawah 35°C, mengurangi degradasi sel selama perjalanan panjang. Hasil pengujian suhu menunjukkan rata-rata 31°C, menandakan efisiensi termal yang baik.

Baca juga:

Performa akselerasi juga diuji pada dua titik: 0‑40 km/jam dan 40‑80 km/jam. Motor listrik Yadea mencatat waktu 4,2 detik untuk mencapai 40 km/jam dan 9,5 detik untuk mencapai 80 km/jam, angka yang sebanding dengan skuter sport bensin kelas menengah.

Para peneliti juga membandingkan hasil uji jalan ini dengan data resmi yang diumumkan oleh produsen sebelumnya. Sebelumnya, Yadea mengklaim jarak tempuh maksimum 120 km dalam kondisi ideal. Pencapaian 156 km menunjukkan margin peningkatan signifikan, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh optimalisasi perangkat lunak manajemen energi serta kondisi jalan yang lebih menguntungkan.

Untuk mendukung adopsi luas, Yadea berencana memperluas jaringan layanan purna jual di wilayah Jawa Barat, termasuk pusat layanan khusus baterai. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keandalan motor listrik Yadea dalam jangka panjang.

Pengamat pasar otomotif mencatat bahwa peningkatan jarak tempuh ini dapat mempercepat pertumbuhan penjualan motor listrik di Indonesia. Menurut data terbaru, pasar motor listrik diproyeksikan tumbuh 25 persen per tahun hingga 2028, dan Yadea berada di posisi terdepan dengan inovasi berkelanjutan.

Baca juga:

Namun, para kritikus mengingatkan bahwa infrastruktur pengisian masih menjadi tantangan utama. Meskipun motor listrik Yadea menunjukkan kemampuan pengisian cepat, ketersediaan stasiun pengisian publik masih terbatas di sebagian besar kota sekunder.

Secara keseluruhan, uji jalan Bandung‑Bogor memberikan bukti nyata bahwa motor listrik Yadea dapat menempuh jarak 156 km dengan performa stabil dan efisiensi energi yang tinggi. Pencapaian ini menegaskan komitmen produsen dalam mengembangkan solusi transportasi ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern di Indonesia.