Infantino re-election: FIFA Congress Janjikan Dukungan Besar & Janji Distribusi $2,7 Miliar
Berita Pilihan 01 Mei 2026 – Gianni Infantino menegaskan pada Kongres FIFA tahunan di Vancouver bahwa ia akan mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden FIFA 2027. Pengumuman tersebut disambut sorak sorai oleh lebih dari dua ratus anggota asosiasi nasional, menandai satu dekade kepemimpinan Infantino yang ditandai pertumbuhan pendapatan dan peningkatan alokasi dana.
Keputusan Infantino untuk melanjutkan masa jabatan mendapat dukungan resmi dari tiga konfederasi utama, yaitu Confederation of African Football (CAF), Asian Football Confederation (AFC), dan Confederación Sudamericana de Fútbol (CONMEBOL). Kedua konfederasi Afrika dan Asia, yang bersama-sama mewakili hampir setengah dari total 211 anggota FIFA, menyatakan dukungan mereka bahkan sebelum Infantino secara resmi mengumumkan niatnya. Dukungan tersebut memperkuat posisi Infantino sebagai kandidat utama, bahkan berpotensi menjadi satu-satunya calon seperti pada pemilihan 2019 dan 2023.
Dalam pidatonya, Infantino menyoroti paket bantuan finansial terbesar dalam sejarah organisasi, dengan total $2,7 miliar (sekitar £1,98 miliar) yang akan didistribusikan selama empat tahun ke depan. Setiap asosiasi akan menerima setidaknya $8 juta sebagai dana dasar, dengan tambahan bagi federasi yang memerlukan bantuan lebih besar. Ia menegaskan, “Uang FIFA adalah uang Anda,” dan menambahkan bahwa distribusi ini akan meningkat 20 % pada siklus Piala Dunia pria 2027‑2030. Alokasi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat program pengembangan pemain muda, infrastruktur, dan sepak bola wanita di seluruh dunia.
Selain dukungan keuangan, Infantino mengumumkan peningkatan khusus bagi 48 tim yang berpartisipasi di Piala Dunia 2026, dengan tambahan lebih dari $2 juta per tim. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menyeimbangkan persaingan dan memastikan bahwa semua peserta memiliki sumber daya yang memadai untuk persiapan kompetisi.
Di sisi geopolitik, Infantino menegaskan bahwa Iran akan tetap berkompetisi di Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pernyataan tersebut muncul setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mendukung partisipasi tim nasional Iran, menyatakan, “Biarkan mereka bermain.” Keputusan ini menegaskan komitmen FIFA terhadap prinsip non‑politikal dalam kompetisi sepak bola, sekaligus menanggapi tekanan internasional terkait hubungan diplomatik Amerika‑Iran.
Kontroversi mengenai masa jabatan Infantino tetap mengemuka. Meskipun statuta FIFA membatasi kepresidenan maksimal tiga periode, Infantino mengklaim bahwa masa jabatan 2016‑2019 tidak dihitung sebagai periode penuh karena tidak mencakup siklus empat tahun lengkap. Dengan interpretasi ini, ia berpotensi memimpin FIFA hingga 2032, menjadikannya pemimpin terlama dalam sejarah organisasi. Selain itu, ia menghadapi keluhan etika dari organisasi non‑profit FairSquare serta kritik publik terkait harga tiket Piala Dunia, komentar politiknya, dan kebijakan distribusi dana.
Meski begitu, mayoritas asosiasi tetap mendukung kepemimpinan Infantino, berkat catatan peningkatan pendapatan FIFA yang mencapai rekor tertinggi. Pendapatan yang melimpah memungkinkan alokasi dana yang lebih besar, yang bagi banyak federasi menjadi sumber vital untuk pengembangan sepak bola domestik.
Secara keseluruhan, Kongres FIFA menutup dengan nada optimis. Infantino menegaskan komitmennya untuk terus memperluas investasi di sepak bola global, sambil memastikan bahwa semua anggota, termasuk Iran, dapat berpartisipasi dalam turnamen terbesar dunia tanpa hambatan politik. Dukungan konfederasi, paket keuangan yang menggiurkan, dan kepastian partisipasi Iran menjadi tiga pilar utama yang memperkuat posisi Infantino menjelang pemilihan 2027.