Tak Biasa! Remaja Haji 15 Tahun Ini Berangkat, Kisah Mengharukan yang Membuat Semua Terpana
Berita Pilihan 30 April 2026 – Seorang remaja haji berusia 15 tahun berhasil menginjakkan kaki di Tanah Suci, menorehkan sejarah baru dalam catatan ibadah haji di Indonesia. Keberanian dan tekadnya menginspirasi ribuan orang, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang makna ibadah di usia muda.
Hasby, nama yang kini melejit di kalangan umat Muslim, tumbuh di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Sejak kecil, ia sudah terbiasa mendengar cerita-cerita tentang Ka’bah dari ayahnya, seorang veteran haji yang pernah menunaikan rukun Islam lima kali. Namun, pada tahun lalu, ayah Hasby didiagnosa mengidap penyakit kronis yang menghalangi kemampuannya untuk melaksanakan haji lagi. Keputusan berat pun diambil: Hasby akan menggantikan sang ayah sebagai wakil keluarga dalam melaksanakan ibadah suci tersebut.
Persiapan Hasby dimulai jauh sebelum keberangkatan resmi. Ia menjalani program intensif belajar fiqh haji, tata cara wudhu, serta etika beribadah yang diajarkan oleh para ustaz setempat. Orang tua, saudara, dan tetangga berbondong‑bongkar bantuan, mulai dari menyiapkan perlengkapan hingga mengumpulkan dana. Seluruh proses didukung oleh pemerintah daerah yang memberikan subsidi khusus bagi haji mudik, serta sumbangan anonim yang mengalir dari warga yang tergerak hati.
Setelah menunggu selama enam bulan, akhirnya kapal haji berlabuh di pelabuhan Jeddah. Pada hari pertama di tanah suci, Hasby menunaikan thawaf mengelilingi Ka’bah dengan langkah kecil namun penuh khidmat. Air mata mengalir di wajahnya ketika menyentuh Hajar Aswad, simbol pengorbanan dan keikhlasan. Ia juga melaksanakan sa’i antara Safa dan Marwah, mengulang kembali jejak Nabi Ibrahim. Selama berada di Mina, ia bersama ribuan jamaah lain melontarkan doa, berharap kesehatannya tetap kuat hingga menunaikan semua rukun haji.
Reaksi masyarakat tak kalah mengharukan. Video Hasby berdoa di Masjid al‑Haram menjadi viral, menembus jutaan tampilan di media sosial. Banyak netizen yang mengirimkan pesan dukungan, memuji keberanian seorang remaja haji yang menembus batas usia. Tokoh agama setempat pun memberi sambutan, menekankan bahwa semangat Hasby mencerminkan nilai persatuan dan keteladanan dalam Islam.
Dari sudut pandang keagamaan, kisah ini menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menunaikan rukun Islam, asalkan ada persiapan fisik dan mental yang memadai. Para ulama menegaskan pentingnya bimbingan orang tua serta lembaga keagamaan dalam memastikan bahwa remaja haji menjalani ibadah dengan penuh kesadaran. Selain itu, pemerintah diharapkan terus memperkuat regulasi demi melindungi hak-hak jamaah muda, termasuk fasilitas kesehatan dan akomodasi yang memadai.
Hasby kembali ke Indonesia setelah menunaikan semua rangkaian ibadah dengan selamat. Ia kini menjadi simbol harapan bagi generasi muda, menunjukkan bahwa tekad, dukungan keluarga, dan bimbingan agama dapat mengatasi segala rintangan. Kisahnya akan terus dikenang, bukan hanya sebagai prestasi pribadi, tetapi sebagai contoh nyata bahwa semangat keagamaan dapat melintasi batas usia.