Ekonomi 5,7%: Pemerintah Siapkan Jurus Tambahan untuk Tingkatkan Pertumbuhan Nasional
Berita Pilihan 28 April 2026 – JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimismenya bahwa perekonomian Indonesia akan melampaui target pertumbuhan 5,5 persen pada paruh pertama tahun 2026, bahkan menargetkan angka ekonomi 5,7% pada kuartal kedua. Pernyataan tersebut disampaikan dalam taklimat media pada Jumat (24/4/2026) sekaligus peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia.
Purbaya menekankan bahwa pemerintah tengah memperkuat fondasi ekonomi melalui serangkaian inisiatif strategis. Salah satu langkah utama adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Satgas ini bertugas mengidentifikasi hambatan struktural serta mempercepat pelaksanaan kebijakan yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan.
Di samping itu, Kementerian Keuangan melakukan reformasi internal yang difokuskan pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Reformasi tersebut mencakup modernisasi sistem administrasi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi proses bea cukai. Hasilnya, penerimaan pajak pada Maret 2026 mencatat kenaikan 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan dampak positif kebijakan fiskal.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Purbaya membuka ruang bagi stimulus tambahan dari berbagai sisi. Ia menyoroti perlunya percepatan realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) yang masih mengalami keterlambatan. Dengan mempercepat aliran dana ke lapangan, pemerintah berharap dapat menstimulasi konsumsi rumah tangga dan investasi swasta.
- Satgas Percepatan: Koordinasi lintas kementerian, pemantauan proyek infrastruktur, dan penghapusan birokrasi berlapis.
- Reformasi Pajak: Digitalisasi layanan, penyesuaian tarif, dan peningkatan basis pajak.
- Percepatan Belanja: Penyelesaian prosedur pengadaan, pengalokasian dana cepat, dan monitoring penggunaan anggaran.
Analisis para pakar menilai bahwa kebijakan tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal yang sedang dilanda ketidakpastian global. Stabilitas ekonomi domestik Indonesia selama beberapa tahun terakhir menjadi landasan bagi pemerintah untuk mengambil langkah lebih agresif.
Airlangga Hartarto menambahkan bahwa Satgas Percepatan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi teknologi, dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan memperkuat ekosistem bisnis, diharapkan pertumbuhan dapat berkelanjutan dan inklusif.
Selanjutnya, Purbaya menyampaikan bahwa target ekonomi 5,7% pada kuartal II 2026 merupakan proyeksi realistis mengingat adanya ruang bagi peningkatan aktivitas ekonomi di bulan-bulan mendatang. Ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan moneter dan fiskal bila diperlukan, termasuk potensi penyesuaian suku bunga atau paket stimulus tambahan.
Secara keseluruhan, kombinasi antara kebijakan fiskal yang lebih disiplin, reformasi institusional, serta koordinasi lintas sektoral diharapkan dapat menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi Indonesia melewati tantangan global. Jika semua elemen berjalan selaras, proyeksi ekonomi 5,7% dapat menjadi kenyataan yang mendorong kesejahteraan rakyat secara lebih luas.