Berita Pilihan

Kematian Nate Jacobs di ‘Euphoria’ Season 3 Picu Polemik Besar, Kritik Alur dan Reaksi Pemeran

admin ·
Kematian Nate Jacobs di 'Euphoria' Season 3 Picu Polemik Besar, Kritik Alur dan Reaksi Pemeran

Berita Pilihan 27 Mei 2026 – Episode ketujuh musim ketiga serial HBO “Euphoria“, berjudul “Rain or Shine”, menutup salah satu tokoh inti, Nate Jacobs, dengan cara yang menegangkan dan kontroversial. Karakter yang diperankan Jacob Elordi ini dikubur hidup‑hidup di lokasi konstruksi, kemudian digigit ular rattlesnake yang merayap ke dalam peti mati. Kejadian tersebut menimbulkan spekulasi luas tentang makna simbolik serta kualitas penulisan cerita di musim terakhir.

Para kritikus menilai bahwa kematian Nate terasa seperti hasil akhir dari rangkaian penurunan karakter yang telah berlangsung sejak awal musim ini. Sam Levinson, pencipta serial, tampaknya mengurangi dimensi psikologis Nate, menjadikannya semata-mata representasi kemarahan dan kapitalisme beracun. Beberapa pengamat menyoroti bahwa kehilangan jari dan jari kaki Nate dalam episode-episode sebelumnya merupakan metafora visual yang menyiapkan penonton pada nasib akhir yang dramatis.

Baca juga:

Media hiburan seperti Page Six menilai cara penggambaran kematian tersebut “Looney Tunes” karena melibatkan unsur kartun yang tidak selaras dengan tonalitas gelap serial. Kritik utama menyoroti bahwa pembunuh Nate, yaitu karakter sampingan yang tidak memiliki hubungan kuat dengan tindakan Nate sebelumnya, terasa acak dan mengurangi dampak emosional. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa seorang antagonis kompleks seperti Nate harus diakhiri dengan cara yang terkesan berlebihan.

Di sisi lain, penonton juga menyoroti tema moral yang diangkat dalam episode tersebut. Narasi menanyakan apakah ada kesempatan bagi penebusan, sebagaimana diungkapkan oleh karakter Rue kepada Ali. Flashback tentang Ali yang berhasil mengatasi kecanduan narkoba menjadi kontras tajam dengan nasib tragis Nate, menegaskan pesan bahwa tidak semua karakter berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Selain kontroversi alur, muncul pula isu di balik layar mengenai hubungan antara para pemeran dan pencipta. Chloe Cherry, yang memerankan Faye Valentine, menjelaskan dalam sebuah wawancara bahwa Sam Levinson dikenal sangat spesifik dalam mengarahkan setiap detail produksi. Ia menilai bahwa pendekatan tersebut dapat menjadi tantangan bagi sebagian aktor, namun bagi dirinya pribadi, kejelasan visi Levinson justru menjadi daya tarik.

Baca juga:

Ketegangan antara aktor dan sutradara tidak hanya terbatas pada Chloe. Berbagai rumor tentang ketegangan antara Zendaya dan Levinson, serta keluhan mengenai tingkat nuditas dalam serial, telah beredar sejak musim kedua. Meskipun beberapa anggota cast, seperti Colman Domingo, membantah adanya masalah serius, dinamika tersebut tetap menambah lapisan kontroversi di luar layar.

Serial ini juga tak lepas dari sorotan terkait representasi seksual dan eksposur tubuh. Sydney Sweeney, yang kembali memerankan Cassie Howard, menampilkan adegan-adegan provokatif, termasuk sesi foto bersama ular kuning dan penampilan dalam pakaian bayi yang menimbulkan perdebatan publik. Beberapa kritikus menilai adegan-adegan tersebut sebagai upaya berlebihan yang mengaburkan fokus pada pengembangan karakter, sementara pendukung berargumen bahwa hal itu mencerminkan realitas keras generasi Z yang digambarkan dalam “Euphoria”.

Secara keseluruhan, episode ini menandai titik balik penting dalam narasi “Euphoria”. Meskipun kematian Nate Jacobs berhasil menciptakan momen dramatis, cara penyampaiannya menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi penulisan dan relevansi simbolisme. Reaksi penonton yang terbagi antara apresiasi terhadap keberanian cerita dan kritik terhadap eksekusi menunjukkan bahwa serial ini tetap menjadi bahan perbincangan hangat dalam budaya pop.

Baca juga:

Kematian Nate sekaligus menegaskan tema utama musim ketiga: generasi muda menghadapi dunia yang tampak tak berujung, penuh dilema moral, dan sering kali dipaksa memilih antara penebusan atau kejatuhan total. Bagaimana akhir cerita akan terungkap di episode penutup masih menjadi misteri, namun dampak emosional yang ditinggalkan sudah cukup kuat untuk mengukir jejak dalam sejarah televisi modern.